​Kejari OKU Timur Sudah Tetapkan Tersangka Korupsi

OKU TIMUR – Satu kasus korupsi proyek pembangunan jalan di Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur masuk dalam penyidikan Kejaksaan Negeri. Sudah satu nama ditetapkan sebagai tersangka.

Dalam peringatan Hari Anti Korupsi, Senin sore 10 Desember, pernyataan ini dihimpun langsung dari Kepala Kejaksaan Negeri Ismaya Hera Wardanie SH. Ia memberi tahu jika pihak rekanan ditetapkan sebagai tersangka, dari proyek senilai Rp 1,3 miliar yang dilaksanakan pada 2016 silam. Tercatat, negara alami kerugian sebesar Rp 300 juta.

Namun ia enggan memberitahukan lokasi proyek provinsi yang dimaksud karena masih dalam tahap penyelidikan, “Sekarang kita sedang terus mendalami kasus yang tengah kita tangani,” ungkapnya di sela kegiatan Hari Anti Korupsi yang digelar di halaman Kejari Martapura, Jalan Adiwiyata, Desa Kotabaru Selatan, Martapura.

Hari Anti Korupsi sedunia tiap 9 Desember, kata Kajari, harus menjadi momentum untuk memperbaiki bangsa, karena perilaku korupsi sangat merugikan bagi negara.

Meski terkendala keterbatasan jumlah personil, Kejari OKU TIMUR tetap fokus pada kerja. Ada skala prioritas dalam penanganan kasus. “Kasus korupsi tetap kita tindak lanjuti setelah ada bukti kerugiannya. Tidak ada target dalam penanganan kasus korupsi tapi apa yang ada di hadapan kita akan kita kerjakan,” tegasnya.

Sementara Bupati OKU Timur HM Kholid Mawardi S.Sos, MSi mengatakan untuk potensi korupsi selalu ada. Makanya tindakan preventif adalah opsi yang terbaik. Pemerintah Bumi Sebiduk Sehaluan sudah meneken MoU antara Pemda, Kejaksaan dan Polri dalam rangka pencegahan korupsi.

“Pendampingan (dari aparat penegak hukum-red) sangat penting untuk mengantisipasi terjadinya penyimpangan,” kata Kholid MD. (Triangga)