​PILKADES OKU TIMUR : Ada Yang Minta Coblos Ulang, Ada Saksi Yang Menolak Hasil


OKU TIMUR – Pilkades serentak 2019 kabupaten Ogan Komering Ulu Timur (OKU TIMUR) di 48 Desa menghadapi hambatan dari dua desa. Di antaranya laporan mengenai dugaan penyogokan kepada pemilih, penggelembungan suara dan saksi menolak keputusan panitia pilkades atas status surat suara.

“Nanti akan dibentuk tim untuk mendalami laporan yang masuk,” kata Kabag Tata Pemerintahan (Tapem) Yuli Akman yang dibincangi di ruang kerja, Kompleks Pemkab OKU TIMUR, Jalan Lintas Tengah Kotabaru Selatan Martapura, Senin 28 Januari.

Permasalahan sengketa Pilkades dipelajari dulu oleh tim, dari tingkat panitia di desa atau Camat selaku dari tim pendamping. Di desa Sukaraja Tuha misalnya, tuntutan untuk pencoblosan ulang perlu diverifikasi. “Laporan dari panitia bagaimana, masyarakat bagaimana, saksi-saksinya dan juga bukti,” sambungnya.

Ketua panitia pelaksana Pilkades  Desa Pulau Negara Kecamatan Buay Pemuka Peliung, M Tomo, mengatakan. Sebanyak 276 lembar surat suara yang dinyatakan tidak sah oleh panitia mendapat tentangan dari salah perwakilan satu calon kades.

“Jadi ke sini datang untuk meluruskan kepada bupati,” katanya yang dibincangi di ruang tunggu Bupati OKU TIMUR. Ia datang bersama dua calon Kades.

Santonilisa cakades Pulau Negara didampingi Kunaidi yang juga Cakades Pulau Negara mengatakan, pihaknya tidak menerima hasil/tata cara perhitungan yang dilakukan.

Sebab surat suara yang dianggap tidak sah melebihi hasil suara dari salah satu Cakades. Selain itu menurutnya, sebanyak 276 surat suara yang dianggap tidak sah pada saat penghitungan di TPS kebanyakan surat suara menurut pihaknya sah.

“Yang betul-betul tidak sah itu menurut kami ada 5 surat suara yang tidak sah. Yakni suara yang di coblos lebih dari 1. Selebihnya surat suara yang di katakan tidak sah itu kebanyakan lipatan kertas surat suara ikut tercoblos.

Ini menurut kami bukan tidak sah, tapi ketidaksengajaan warga yang mencoblos, sebab surat suara ini tidak terbuka benar, masih dalam lipatan namun sudah di coblos,” katanya yang merasa dirugikan atas keputusan pantia itu.(triangga)