​Rusak Lingkungan, Masyarakat Tuntut Perusahaan Hentikan Aktivitas Tambang


OKU TIMUR – Karena merusak lingkungan di bantaran Sungai Komering dan lahan sekitar, masyarakat Desa Tanjung Kemala Barat, Kecamatan Martapura, Ogan Komering Ulu Timur (OKU TIMUR) melakukan aksi unjuk rasa ke salah satu perusahaan.

“Kami minta agar CV Barus Family ditutup karena sudah merusak dan cemari lingkungan,” kata Khairul Zaman melalui pengeras suara, selaku perwakilan massa yang menyemut di areal tambang pasir koral CV Barus Family, tepian Komering jalan Lintas Muaradua – Martapura, Senin 18 Februari.

Kata dia, selain merusak hingga menghancurkan dinding sungai hingga ratusan meter, aktivitas perusahaan adalah ilegal. “Tidak sesuai undang-undang no.32 2009 tentang lingkungan hidup. Mereka tidak ada izin. Baik dari desa, izin lingkungan dari Dinas Lingkungan Hidup. Kalaupun ada kenapa dinas memberi izin, padahal ada dampak di sekitar lokasi.”

Puas berorasi sekitar setengah jam di pintu depan lokasi tambang, warga akhirnya berdialog dengan perusahaan. “Di sana itu bukan aktivitas tambang, itu sebenarnya kami mau bikin kolam, nah material yang digali itu limbah,” kata Robert selaku perwakilan perusahaan. Dia menambahkan jika itu sudah mengantongi izin dari pemerintah.

Tapi pernyataan itu dibantah oleh perwakilan massa. “Tidak ada izinnya, sudah kami pelajari.” kata Muhammad Obrin selaku masyarakat Tanjung Kemala.(Triangga)