​Upah Minimum OKU TIMUR Rp 2,8 Juta

1221 views

Tapi Masih Diabaikan Oleh Perusahaan


OKU TIMUR – Pemerintah melalui Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi akan sosialisasikan regulasi baru mengenai Upah Minimum Kabupaten (UMK) di Ogan Komering Ulu Timur (OKU TIMUR).

“UMK kita besarannya adalah Rp 2,8 juta. Ini agar dapat disosialisasikan ke perusahaan,” kata Bupati OKU TIMUR Kholid MD pada Kepala Disnakertrans Elfian Syawal.

Hal ini diungkapkannya saat audiensi dengan Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) OKU TIMUR, Bina Praja II, Desa Kotabaru Selatan, Martapura pada Kamis 20 Desember.

Jumlah itu, kata Bupati tidak selisih jauh dengan kabupaten ‘mapan’ di Sumsel. “Banyuasin yang ABPD-nya 3 triliun saja, UMK-nya rp 2,9 juta. Kota Palembang juga segitu,” katanya lagi.

Perwakilan SPSI, Lukman, menanggapi jika regulasi baru mengenai UMK memberi harapan baru terhadap kesejahteraan pekerja. Tapi diakui jika jumlah itu tidak disertai dengan bonus atau insentif dengan kondisi pekerja yang rata-rata membesarkan dua orang anak.

Apalagi di tengah kondisi pekerja di perusahaan yang rata-rata hanya 20 persen yang berstatus karyawan tetap. “Sementara pekerja harian lepas tidak dapat fasilitas sosial kesehatan tersebut. PT LPI saja sekitar 2 ribuan orang yang berstatus pekerja harian lepas.”

Sementara itu seorang wakil dari pekerja SPSI cabang PT. Laju Perdana Indah (LPI) bahwa regulasi itu diabaikan oleh perusahaan. Bahkan ketika hendak menghadiri audiensi Kamis sore ini beberapa orang dari pihak perusahaan menghalang-halangi.

“Mungkin niatnya agar situasi di perusahaan tidak terekspose, kami bahkan sempat dihalangi ketika mau keluar kompleks (areal perusahaan). Mohon agar ada pengawasan dari pemerintah OKU TIMUR,” tutupnya.(triangga)