Tutupi Muka, Tersangka Korupsi Tak Mau Diwawancarai

OKU TIMUR – Dengan lembaran koran yang menutupi mukanya, Rusli Ilyas (52) tersangka pelaku penyebab kerugian uang negara, berlari kecil menuju mobil tahanan yang menjemputnya di teras Kantor Kejaksaan Martapura, Jalan Adiwiyata, Rabu petang 18 September 2019.

Tak ingin diwawancarai wartawan yang menunggu sejak pagi, Rusli Ilyas yang merupakan warga Kota Palembang ini mengenakan rompi merah bertuliskan “Tahanan Kejaksaan Negeri Martapura” bergegas menaiki mobil tahanan, untuk kemudian digelandang untuk dititipkan di rumah tahanan Martapura, OKU Timur.

“Tersangka H. Rusli ilyas akan ditahan selama 20 hari di Rumah Tahanan Martapura. Ini agar proses ke depannya tidak terlambat. Ini sudah merupakan panggilan ke-3.” Kata Kasi Pidsus Kejari Martapura M. Alvinda Yudhi Utama SH. M. HUM ketika memberikan keterangan kepada wartawan.

Dijelaskan oleh Alvinda bahwa Rusli Ilyas merupakan tersangka kasus korupsi pembangunan jalan provinsi dana aspirasi DPRD Sumsel APBD Provinsi 2016 senilai Rp 1,3 milyar. “Ruas jalannya yang berada di Desa Anyar, Desa Surya Menang, Desa Rawa Sari, Desa Pandan Sari dan Desa Sri Bulan Kecamatan Buay Pemuka Bangsa Raja Kabupaten OKU Timur dari PU Cipta Karya Sumatra Selatan,” terangnya.

Akibat korupsi yang dilakukan oleh tersangka, negara mengalami kerugian 308 juta sampai 338 juta dan tersangka akan dikenakan pasal 2 UU tindak pidana korupsi dan dilapis dengan pasal 3 UU tindak pidana korupsi dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara,” tegasnya.

Sementara itu, kuasa hukum tersangka, DR Bahrul Yakup SH, MH dari kantor Palembang international Law Office mengatakan, bahwa pihaknya tengah mengajukan permohonan penangguhan penahanan karena tersangka mengalami sakit kanker getah bening dan akan mengembalikan kerugian negara dalam estimasi kejaksaan Rp 300 juta.

Sudah diserahkan sertifikat rumah dan uang Rp 40 juta sebagai pengganti uang negara. Sedangkan kenapa dianggap tidak kooperatif dalam menaati surat pemanggilan kejaksaan, Bahrul Yakup mengatakan jika surat pemanggilan pertama tidak sampai karena ditujukan ke alamat yang lama sedangkan tersangka tidak lagi berdomisili di situ dan yang kedua yang bersangkutan sakit. Tapi katanya, kliennya akan bersikap Kooperatif dengan mengembalikan keuangan negara.

“Klien kita ditahan dan kita hormati akan dikaji untuk melakukan pemohonan yang lain, karena sakit sehingga kita juga berharap untuk dilakukan perawatan,” harap kuasa hukum tersangka.(Triangga)