Tidak ada komentar 210 views
,5 / 5 ( 1voting )

OKU TIMUR – Wujud keberhasilan kinerja yang dilaksanakan selama setahun terakhir ini, jajaran Polres kabupaten OKU Timur menggelar konferensi pers mengenai tindak pidana umum, khusus, narkoba serta beberapa kasus yang menonjol selama tahun 2019 ini, kegiatan ini dilaksanakan di halaman Mapolres Kabupaten OKU Timur, selasa, 31 Desember 2019.

Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Kapolres OKU Timur AKBP Erlin Tangjaya SH Sik, didampingi Waka Polres OKUT Kompol Erwin S Manik, Kasat Reskrim AKP M Ikang Ade Putra beserta PJU polres OKU Timur lainnya.

Dalam pers realis ini juga dihadiri oleh Bupati kabupaten OKU Timur HM Kholid MD serta Kajari OKUT Ismaya Herawardanie SH MHum.

Dalam kesempatan tersebut Polres OKU Timur memusnahkan ratusan minuman keras (miras) dari berbagai jenis, bahkan tuak atau arak literan yang disimpan dalam tangki drum pula ikut dihancurkan menggunakan alat berat.

Kapolres OKU Timur AKBP Erlin Tangjaya SH Sik memaparkan jumlah hasil serta evaluasi dari tindak pidana yang telah diungkap selama satu tahun terakhir ini, juga perbandingan dengan tahun sebelumnya.

Ia menjelaskan, sepanjang tahun 2018 jumlah tindak pidana yang sudah dilaporkan sebanyak 323 laporan, sedangkan pada tahun 2019 laporan tindak pidana yang diterima sebanyak 263, untuk kasus yang berhasil diselesaikan pada tahun 2018 sebanyak 196 trend-nya turun 19%, dan pada tahun 2019 tindak pidana yang berhasil diselesaikan sebanyak 167 penurunannya menjadi 15%.

Sementara untuk kasus 3 C (Curas, Curat dan Curanmor) sambung kapolres, tindak pidana yang terjadi pada tahun 2018 sebanyak 230 dan pada tahun 2019 dengan jumlah 129, angka trandnya menurun 44%, dan untuk penanganannya pada tahun 2018 berhasil diselesaikan 121 kasus, sementara tahun 2019 sebanyak 86 kasus, trandnya turun 30%.

“Menindaklanjuti perintah Kapolda Sumsel, terkait budaya orang Sumsel yang sering membawa Sajam dan Senpi untuk dihilangkan, sebab banyak kasus 3C yang ditangani semuanya memiliki senjata ilegal, kebudayaan seperti ini harus kita hilangkan, karena memiliki senjata ilegal akan kami tindak tegas”, tegasnya.

Sedangkan untuk unit narkoba sendiri jumlah tindak pidananya pada tahun 2018 ada 53 kasus dengan jumlah TSK 71 orang dengan barang bukti sabu seberat 190.44 gram, ekstasi 35 butir dan ganja 25.16 gram. Sementara pada tahun 2019 jumlah kasusnya sebanyak 56 dengan jumlah TSK 69 orang dan barang bukti sabu seberat 3.205 gram (tiga kilo lebih), ekstasi sebanyak 459 butir dan ganja tidak ada.

“Untuk tahun ini barang bukti narkoba berupa sabu mencapai tiga kilo lebih yang sudah berhasil disita dan semua narkoba jenis sabu tersebut dibawa dari aceh untuk diedarkan di OKU Timur”, jelasnya.

Kemudian untuk jumlah lakalantas, lanjut Kapolres pada tahun ini cukup sering terjadi, namun unit sat lantas polres OKU Timur juga sudah melakukan upaya pencegahan lakalantas. “Jalan yang sudah diperbaiki tidak menutup kemungkinan untuk mencegah lakalantas, namun unit sat lantas polres OKU Timur sudah memberikan himbauan dijalan raya kepada pengendara untuk berhati-hati”, imbuhnya. (Rilis)