Warga Kota Tanah Harapkan Pembangunan Jembatan

832 views

MELINTAS : Tampak seorang ipetani menggunakan sepeda motor melintasi jembatan yang berada di perbatasan Desa Kota Tanah dengan Melati Jaya Kondisi konstruksinya miring dan besi lantainya yang sudah renggang, Senin (11/12).

[swarasumsel] SEMENDAWAI TIMUR – Melihat kondisi jembatan yang ada di Kecamatan Semendawai Timur tepatnya berada di perbatasan antara Desa Melati Jaya dengan Desa Kota Tanah sangat memprihatinkan. Konstruksi jembatan yang beada di Sungai Macak tesebut kondisinya sudah miring dan mengkawatirkan untuk dilalui.

 

Warga setempat sangat mengharapkan jembatan tersebut yang saat ini kondisinya miring dan besi lantai sudah renggang dapat dibangun oleh pemeintah daerah. Karena keberadaan jembatan sangat dibutuhkan masyarakat setempat hingga kondisi yang ada sekarang masih tetap dipergunakan warga, dan hal ini dikhawatikan akan menimbulkan korban jiwa jika terus dipergunakan oleh masyarakat.

 

Wahyu Utama, salah satu warga setempat mempertanyakan kepada pemerintah kapan jembatan direalisasikan perbaikanya oleh pemerintah daerah. Sebab jembatan merupakan penghubung antara Desa Melati Jaya dengan Desa Kota Tanah, Kota Mulya, Bungin Jaya dan Burnai Mulya merupakan ibu kota Kecamatan Semendawai Timur.

 

“Parah kondisi jembatan itu, sudah tak layak kondisinya. Kerusakan sangat mengganggu ekonomi masyarakat, sebab kerusakan jembatan membuat tengkulak karet beralasan menurunkan harga beli getah karet.

 

Sebab bila diluar (Melati Jaya) harga getah karet bisa mencapai Sembilan ribu, disini (Kota Tanah) bisa hanya Tujuh Ribu Limaratus Rupiah, katakanlah selisihnya bisa lebih murah seribu rupiah lebih perkilogramnya,” kata Wahyu, kepada SWARASUMSEL.COM, saat dimintai komentarnya, Senin (11/12).

 

Sementara Bayan selaku Ketua R T 2, Desa Kota Tanah, yang betempat tinggal tak jauh dari lokasi jermbatan membenarkan, Bahwa sudah lima tahun terakhir kondisi jembatan kostruksinya miring dan tak layak dilalui, padahal setiap hari jembatan dilalui oleh anak berangkat sekolah, petani berangkat menyadap karet, dan pedagang dari luar menuju kalangan.

 

“Kami sangat berharap sekali ada pembangunan jembatan yang benar-benar layak, sehingga bisa nyaman saat mengangkut hasil panen dari dalam menuju keluar desa, maupun mengangkut barang dari luar kedalam desa,” ucapnya.(apen)