Baru 10 Orang Yang Direhab, BNK OKUT : Masih Banyak Yang Takut

[swarasumsel] OKU TIMUR – Meski gratis, program rehabilitasi pecandu narkoba oleh Badan Narkotika Kabupaten OKU TIMUR baru diikuti oleh 10 orang. Ditanya kenapa sedikit, Kepala BNK OKUT mengatakan ini terkait persepsi masyarakat.

 

“Banyak yang beranggapan jika rehab (rehabilitasi-red) sama dengan penjara. Masih banyak yang alergi dan takut,” kata Muhammad Husin saat diwawancarai di ruang kerja, Kelurahan Terukis Rahayu, Kota Martapura, Rabu 24 Januari.

 

Anggapan tersebut, kata Husin, perlu diluruskan. Ia menegaskan jika resident (istilah bagi peserta program rehabilitasi) tidak akan diperlakukan seperti tahanan. Diinterogasi atau dituduh macam-macam dengan sangkaan hukum.

 

“Seperti berobat kalau sakit, diterapi, konsultasi dengan dokter, ada beberapa tahapan pengobatan yang akan dilakukan bersama tenaga ahli, intinya mendapat perawatan agar berhenti dari ketergantungan terhadap narkoba. Juga diajak melakukan aktivitas fisik atau diberikan konsultasi spiritual.”

 

Resident akan mengikuti program selama kurang lebih 4 bulan. Dijanjikan oleh Husin, akomodasi ditangggung oleh pemerintah. Calon peserta hanya keluarkan ongkos transport menuju panti rehab, itu di Lido Bogor atau di Kalianda, Lampung.

 

“Peserta cuma sediakan mental agar siap, jangan seperti yang sudah-sudah, pihak keluarga sepakat untuk direhab, anaknya malah kabur,” kenangnya lucu.

 

Bagi yang berminat cukup datang ke Kantor BNK, lantas isi formulir. Dan ikuti tahapan asessment dari Provinsi Sumsel sampai dinyatakan layak ikut program rehabilitasi. “Kalau semuanya sudah selesai, tinggal berangkat ke Panti Rehabilitasi yang ditentukan di tingkat Provinsi,” tutupnya.(Triangga)