BPOM Sumsel Sambangi OKU Timur

Tidak ada komentar 225 views

Bupati dan Kadinkes OKU Timur lakukan audiensi dengan BPOM Sumsel. Pemerintah OKU Timur Berkomitmen dalam menertibkan peredaran obat dan bahan makanan ilegal

 

OKU TIMUR – Bupati dan Kepala Dinas Kesehatan OKU Timur, Zaenal Abidin menerima rombongan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Provinsi Sumsel, audiensi tersebut guna memantapkan kerjasama dalam penertiban obat dan makanan ilegal di Bumi Sebiduk Sehaluan pada Selasa 27 Januari 2021. Zaenal Abidin mengapresiasi kerjasama ini.

Kepala Balai Besar Badan Pengawas Obat dan Makanan (POM) Provinsi Sumsel Yosef Dwi Irawan mengatakan setiap warga Negara Indonesia untuk berhak mendapatkan makanan aman, sehat dan bermutu maka kami harapkan dukungan secara nyata dari pemerintah setempat.

Dirinya juga menjelaskan kunjungannya kali ini untuk memperkenalkan kepada Bupati OKU Timur terkait tiga program nasional yang akan kita laksanakan di kabupaten OKU Timur ini yaitu gerakan keamanan pangan desa, intervensi pangan jajanan anak sekolah, dan pasar aman dari bahan berbahaya tiga program ini berbasis komunitas atau pemberdayaan komunitas yang mana untuk meningkatkan kesadaran komunikasi yang ada di sekolah dan di desa serta di pasar terkait arti penting keamanan pangan.

 

Di sela-sela kunjungannya Yosef menyempatkan diri mengunjungi pasar tradisional Martapura masih ada ditemukan Bleng dimana bleng dilarang untuk campuran bahan pangan karena akan berdampak pada kesehatan. Bleng seharusnya untuk dinsfektan, antiseptik kemudian untuk diindustri kaca namun kebanyakan disalah gunakan untuk campuran makanan.

“Kita juga temukan kosmetik ilegal tanpa izin edar, kosmetik seperti sering kita jumpai tidak hanya di OKU Timur saja melainkan dibeberapa tempat apalagi sekarang ini jual beli secara online,”jelasnya, Selasa (26/1/202).

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten OKU Timur Zaenal Abidin mengatakan pihak menyambut baik kedatangan kepala Balai Besar POM beserta rombongan karena sebelum kepemimpinannya kita juga sudah bekerja sama.

“Apabila ada temuan maka kita akan cari solusinya bagaimana untuk menggantikan bleng itu sendiri, dimana kebanyakan bleng itu dijadikan campuran olahan makanan “paparannya.

Kita lakukan pembinaan bagai mana agar mereka tidak menggunakan bleng tetapi menggunakan alternatif lain seperti contoh untuk membikin kenyal bisa digunakan bahan campuran gandum. “Kita juga sering melakukan pelatihan terkait bahanya bleng dan alternatif bahan campuran makanan yang aman dikonsumsi,”pungkasnya.(Triangga)