Dua Adik Kandung Kades di OKU Timur Menyuplai Senpi dan Pelatih Tembak Para Perampok

OKU TIMUR – Pelaku perampokan Syarkowi alias Wiko Metik (25) yang ditangkap pertengahan Juli ini mengakui jika dua orang DPO Polres OKU TIMUR adalah penyuplai senjata api bagi aksi perampokan yang kerap kelompok mereka lakukan. Bahkan kedua DPO juga mengajarkan latihan menembak bagi para perampok anyaran.

Informasi ini dikatakan langsung oleh Kapolres OKU Timur AKBP Erlin Tangjaya SH, SIK. Wiko Metik yang tercatat sebagai warga Desa Tulung Harapan Kecamatan Lempuing, OKI, itu, terungkap jika pelaku Ag dan Al merupakan adik kandung salah satu Kades di OKU Timur.

“Mereka berdua kerap bertindak sebagai penyuplai dan pelatih penembak bagi komplotan perampok yang kerap beraksi di dalam dan luar provinsi.” ungkapnya pada wartawan, Kamis 25 Juli 2019.

Dalam aksinya, kawanan ini biasanya menggunakan modus dobrak pintu dan mengancam korban dengan senpi. Setelah korban berhasil dilumpuhkan baru harta benda korban disikat habis oleh komplotan perampok yang dikenal cukup sadis.” ujar Kapolres.

Informasi ini merupakan pengembangan dari penangkapan Syarkowi yang diringkus pada Juni, yang kemudian diteruskan penangkapan terhadap Tamamuri (30) warga Desa Teluk Gelam, OKI, tapi pelaku tewas saat dilarikan ke rumah sakit oleh anggota Team SW Polres OKU Timur dan Polsek Semendawai Suku III menciduk pelaku Tamamuri (30) warga Desa Bumi Harapan Kecamatan Teluk Gelam, OKI.

Penangkapan terhadap kedua pelaku ini berdasarkan laporan warga Semendawai Suku III pada 14 Mei 2018 dan Buay Madang Timur pada 5 Juni 2018.

swarasumsel.com mengutip kronologi perampokan yang terjadi di Desa Metro Rejo, Buay Madang Timur pada 5 Juni 2018. Sekitar pukul 02.00 dini hari, korban berada di gudang kandang sapi sedang memotong daging sapi bersama dengan kelima karyawannya, tiba – tiba datang pelaku lewat pintu gerbang depan yang tidak terkunci dan para pelaku tersebut langsung menodongkan senjata api lalu kemudian mengikat korban dan selanjutnya korban pun langsung dibawa pelaku ke dalam rumah untuk menunjukkan tempat penyimpan harta benda korban.

Atas kejadian tersebut korban kehilangan uang tunai Rp. 23.000.000, dua helai Kalung emas, satu helai Cincin , satu buah gelang emas, Daging sapi seberat 5 Kilogram, satu Unit CCTV, satub Unit Sepeda Motor Yamaha Jupiter MX berikut dengan satu lembar STNK Asli dan Sepeda Motor Honda Verza yang jika diuangkan total kerugian korban sebnayak Rp. 50.000.000

Dari kejadian ini dua pelaku sudah diringkus bernama Suyono dan Jumali. Keduanya sedang menjalani hukuman di Rutan Cabang Martapura. Kemudian Romlan alias aden dan Aladin alias kancil Kancil, kedua ditangkap dan ditembak mati. Terbaru kemudian pelaku Sarkowi alias Kowi yang sekarang sedang menjalani proses sidik di Unit Pidum Polres OKU Timur.

Pelaku yang masih buron Ag dan Al.”Identitas keduanya sudah dikantongi,” tambahnya seraya menegaskan jika, team SW Polres OKU Timur terus melakukan upaya pengejaran terhadap kedua orang ini.(Triangga)