Faisal Habibur Berikan Bantuan Racun Wereng

308 views

OKU TIMUR – Serangan hama wereng yang dialami di persawahan di Kabupaten OKU TIMUR mengancam peristiwa gagal panen. Tak ingin diam saja, Faisal Habibur SH sebagai tokoh masyarakat yang juga pengusaha di bidang pertanian, meninjau dan memberikan bantuan kepada sejumlah petani.

Ketua Persatuan Penggilingan Padi (Pepadi) OKU Timur H Faisal Habibur SH, mendengar keluhan masyarakat yang mengalami serangan hama wereng ini langsung turun untuk membantu para petani membasmi hama wereng ini dengan membagikan obat pembasmi hama kepada masyarakat Desa Suka Mulya, Kecamatan Semendawai Suku III Kabupaten OKU Timur.

Tidak tanggung tanggung ratusan botol pembasmi hama tersebut dibagikan kepada para petani dan langsung menyemprotkan obat tersebut di sekeliling sawah yang terserang hama wereng.

H Faisal Habibur SH yang juga merupakan Ketua Kamar Dagang Indonesia (Kadin) OKU TIMUR mengatakan “Melihat kondisi yang terjadi sudah sangat memprihatinkan, harus segera ditangani jika tidak petani akan semakin rugi,” katanya.

Dia juga menambahkan, petani harus dilatih dan diberikan wawasan tentang tata cara bertani yang benar sehingga jika ada serangan hama maupun masalah lain petani tidak kebingungan dan mengetahui bagaimana cara mengatasinya. Selain itu PPL harus rutin melakukan sosialisasi kepada petani. 

Sebenarnya petaniĀ  bukan tidak mampu membeli obat untuk membasmi hama. Tapi karena keterbatasan pengetahuan membuat petani membeli obat yang kurang tepat sehingga meskipun sudah disemprot hama tetap menyerang. Kondisi ini tentu semakin merugikan petani,” sambungnya.

Sementara seorang petani Daliman (50) menjelaskan, “Kami para petani sudah berupaya semaksimal mungkin untuk penyemprotan namun masih terus terjadi serangan hama wereng,”Modal yang harus dikeluarkan petani tidak sedikit untuk bercocok tanam hingga panen mencapaiĀ  Rp 6 juta hingga Rp 7 juta”. Jika kondisi normal hasil panen bisa mencapai lima ton, tapi sekarang tidak tahu karena padi benar-benar rusak dan tidak bisa dipanen.” ujarnya.(Rizal Arisandi)