Gagal Paham, Polisi Tembak Anggota TNI

Tidak ada komentar 359 views

OKU TIMUR – Diduga saling gagal paham, anggota TNI dari Sub Denpom Tangerang alami luka tembak. TKP berada di Kabupaten OKU TIMUR dan dilakukan oleh oknum anggota Polisi, Minggu 9 Juni 2019.

Informasi yang diterima, dua orang anggota TNI yakni Serda Yogi Apriansyah, anggota Kesatuan Denpom Jaya I, bersama rekannya Pratu Ricky Anggara anggota Denjaka Marinir Cilandak, saat itu tengah membeli buah bengkuang di Tanggul Desa Bandar Jaya, Buay Pemuka Peliung, OKU Timur, pada Minggu sekitar pukul 17.30 WIB.

Setelah bengkuang dibungkus, lalu keduanya meninggalkan lokasi. Namun di tengah perjalanan, Serda Yogi baru teringat ternyata belum membayar bengkuang tersebut, dan mereka akhirnya keduanya kembali lagi ke lokasi untuk membayar.

Tiba di lokasi, keduanya didatangi oleh Brigadir Fernando yang menanyakan apakah keduanya anggota TNI. Kemudian Serda Yogi tidak mengatakan jika mereka anggota TNI melainkan Karyawan.

Kemudian terjadilah cekcok antara ketiganya. Serda Yogi mencekik Brigadir Fernando yang membuat Brigadir Fernando mundur ke belakang seraya mengeluarkan senjata api miliknya.

Kemudian Brigadir Fernando menembakkan senjatanya sebanyak tiga kali masing-masing 2 tembakan kearah Pratu Ricky dan 1 tembakan kearah Serda Yogi.

Menurut pengakuan Brigadir Fernando dirinya menembakkan senjatanya ke arah bawah, dan ke arah badan sehingga mengenai tangan kiri Serda Yogi dan terluka.

Karena terluka di bagian lengan, Serda Yogi harus dilakukan perawatan di RSUD Ibnu Sutowo Baturaja.

Beruntung kejadian ini cepat diredam oleh dua institusi ini. Di mediasi oleh Komandan Kodim dan Kapolres OKU TIMUR, pertikaian ini dinyatakan sudah selesai. Masing-masing pihak sudah bersalaman.

Menyikapi kejadian ini Dandim 0403 Letkol Arm Agung Widodo S.Sos saat dikonfirmasi melalui pesan singkat Selasa 11 Juni mengatakan, kejadian tersebut murni kesalah pahaman antara kedua belah pihak.

Sambung Dandim seluruh permasalahan tersebut sudah diselesaikan secara kekeluargaan dengan baik, antara kedua belah pihak.

“Mohon maaf lambat respon.. kurang lebihnya demikian, Alhamdulillah tadi malam sudah dimediasi & dapat diselesaikan dengan baik dengan semangat kekeluargaan,” kata Dandim.

Sambung Dandim untuk penyelesaian permasalahan tersebut selanjutnya diserahkan kepada penegak hukum diinstitusi masing-masing sesuai aturan dan prosedur hukum yang berlaku.

“Untuk permasalahan selanjutnya sudah kita serahkan kekesatuan masing-masing untuk diproses lebih lanjut,”(triangga)