Hendak Meliput, Wiwin Diintimidasi Oknum Aparat

668 views

Muhammad Wiwin (paling kiri) wartawan yang diintimidasi oleh oknum Polisi saat sedang liputan. Intimidasi terhadap kinerja wartawan di lapangan adalah bentuk kemunduran dari apresiasi terhadap kebebasan pers. Ikatan Wartawan OKU mengecam insiden yang menimpa Wiwin.

 

[swarasumsel] OKU – Di tengah era keterbukaan informasi, masih ada saja oknum aparat yang tidak menghargai kerja jurnalistik. Seperti pengalaman pahit yang dirasakan wartawan di Kabupaten Ogan Komering Ulu Sabtu dini hari tadi, niatnya meliput malah berujung intimidasi.

 

“Ada 3 orang anggota polisi mendekati dan lantas memegang tangan saya untuk mengambil kamera.” Ungkap pria yang akrab disapa Wiwin ini.  Ia sehari-hari berkerja sebagai reporter TVRI, seperti yang dikutip dari situs berita sumselnews Sabtu siang di Baturaja.

 

Semua bermula ketika dirinya hendak mengambil gambar di lokasi peristiwa pembunuhan. TKP berada di sebuah unit kos-kosan yang berada di RT 06 Desa Tanjung Baru, Baturaja Timur. “Setiba di TKP suasana memang sudah ramai, namun tidak ada larangan mengenai liputan atau mengambil gambar.”

 

Di saat ia sedang menjalankan tugas mengambil gambar, Wiwin mengaku didekati dan mendadak dibentak oleh seorang aparat perwira Polisi yang diketahui bernama IPDA Charli. “Kamu siapa, kalau wartawan konfirmasi dulu, ya, sama Polisi,” tiru Wiwin yang mengaku kaget dibentak dan dipermalukan. Kejadian itu juga disaksikan oleh sejumlah warga sekitar.

 

Tak hanya sampai di situ, kata Wiwin, seolah menantang, oknum tersebut menanyakan ada lagi tidak wartawan lain selain dirinya. Oknum polisi tersebut bahkan memerintahkan anak buahnya untuk mengambil kamera yang saat itu berada di genggaman Wiwin.

 

“Tapi tetap saya pertahankan karena kamera tersebut adalah aset saya. Kemudian salah satu anggota mengintimidasi saya dengan mengatakan ‘apusla gambar tu’ secara berulang-ulang,” lanjut Wiwin.

 

Akhirnya Wiwin meninggalkan lokasi secara diam-diam dari polisi dan langsung mengamankan kameranya, “Saat saya sudah terpojok saya meng-iyakan perintah polisi tersebut, namun saat polisi lengah saya langsung lari dan mengamankan kamera saya,”

 

Insiden ini, tutup Wiwin, akan berlanjut ke jalur hukum. Ia berharap tak ada lagi oknum aparat seperti IPDA Charli.(triangga)