HMI CABANG BATURAJA HADIAHI KEJARI OKU POCONG DAN KERANDA MAYAT

 

OKU – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Baturaja membawa keranda dan pocong saat berunjuk rasa di halaman kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Ogan Komering Ulu (OKU) Kamis 18 Oktober. Ratusan masa tersebut menuntut Kajari baru untuk mengusut tuntas kasus-kasus dugaan korupsi di OKU.

 

Dalam aksi tersebut sempat terjadi keributan antara mahasiswa dan anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP).

 

Hal itu bermula ketika seorang anggota Sat Pol PP berteriak pada mahasiwa yang tidak mau diam saat Kasi Pidsus Kejari OKU, Rio Sembiring, sedang berbicara.

 

Mahasiswa pun terpancing dengan teriakan itu, sehingga nyaris terjadi baku hantam. Beruntung bisa diredam oleh Aparat Kepolisian dan Satpol PP dan

 

Menurut Erlangga, selaku Koordinator Lapangan massa HmI, bahwa banyak kasus dugaan korupsi di OKU yang tidak diusut tuntas dan instansi yang terindikasi Korupsi oleh sebab itu kami bergerak karena hati nurani dan tidak ada yang mempolitisir aksi ini.

Lebih lanjut ia mengatakan HMI siap mengawal penyaluran dana hibah terkhusus untuk ORMAS dan LSM. “Kami meminta transparansi terhadap dana hibah yang diperuntukan Ormas dan LSM secara spesifik,” katanya.

 

Dan, apabila di kemudian hari terdapat penyimpangan pada dana hibah tersebut, HmI secara tegas akan menjadi barisan terdepan untuk menyikapi hal ini.

 

Sementara itu, Ketua HMI Cabang Baturaja Demisioner, Mario Restu Prayogi, mengatakan bahwa pihaknya memberitahu pada pihak Kejaksaan jika banyak dugaan kasus korupsi di OKU.

 

Dan ini menurutnya adalah satu bentuk pertanggungjawaban dan tantangan kinerja Kajari baru.

 

Di kesempatan itu juga, Mario memisalkan soal dana hibah yang diperuntukan untuk ormas dan LSM, yang tidak transparan dalam pembagiannya.

 

Sementara itu, pihak kejaksaan melalui Kasidatu Ahmad Taufik Farza didampingi Kasi Pidsus Rio Sembiring saat dikonfirmasi mengatakan, baru mengetahui jika ada penyimpangan dana hibah, pihak kejaksaan juga mengapresiasi keberanian HMI atas penyampaian informasi secara langsung kepada pihak kejaksaan.

 

“Kita belum menerima laporan, mekanismenya seperti apa, kita akan mempelajari dan menelusuri hal tersebut terlebih dahulu. Namun jika ada, tentu akan kita tindaklanjuti masalah ini,” pungkasnya.(ecv/APEN SAPUTRA)