Istri Kades VS Bidan Desa, Lilis Suryani : Tidak Ada Penganiayaan

Lilis Suryani (47) istri Kepala Desa Sukaraja Tuha, Buay Madang, memenuhi panggilan Polsek Buay Madang terkait perseteruan antara dirinya dan Novi Witdiya, Sabtu (17 Juli 2021)

 

OKU TIMUR – Sempat diberitakan dugaan penganiayaan oleh istri Kepala Desa Sukaraja Tuha, Buay Madang, versus seorang bidan, Lilis Suryani (47) sebagai pihak terlapor memberikan keterangan pers-nya. Ia membantah jika melakukan penganiayaan dan menuding jika Bidan Desa Novi Witdiya (32) membuat laporan palsu kepada pihak kepolisian.

 

Di dalam keterangan pers yang dikirim pada wartawan Sabtu petang (18 Juli 2021) melalui whatsapp, istri Kepala Desa Sukaraja Tuha itu membantah jika dirinya melakukan penganiayaan seperti bagaimana yang dituduhkan. Ia mengakui jika kehadirannya pada 14 Juli petang itu bertujuan untuk meredam warga yang menuntut bidan Novi untuk pindah dari Desa Sukaraja Tuha.

 

Dikatakan jika warga bersama kader (Posyandu) meminta bantuan kepada istri Kepala Desa untuk menengahi permasalahan supaya tidak terjadi anarkis.

 

“Saat itu Novi dicari oleh beberapa warga dan juga kader Posyandu untuk dimintai pertanggungjawabannya sebagai mantan Bidan Desa yang membuka Posyandu di Desa Sukaraja Tuha, yang mana diduga tidak mengantongi izin baik dari pihak desa maupun dari Puskesmas dan pelayanan beliau kurang memuaskan.” Demikian pernyataan yang dikutip dari keterangan pers tersebut.

 

Dijelaskan pula bahwa kemudian istri Kades (Lilis Suryani) beserta warga yang mencari Novi Witdiya (32) selaku Bidan Desa yang sudah dipindahtugaskan oleh Kepala UPTD Puskesmas Buay Madang. Dimana sebelumnya Novi Witdiya selaku Bidan Desa diperbantukan untuk tugas di Desa Sukaraja Tuha, namun per-tanggal  27 juni 2021 bidan desa Novi Witdiya sudah dipindah ke Puskesmas Buay Madang.

 

Lilis Suryani selaku Ketua PKK Desa dan Istri Kades Sukaraja Tuha sangat menyayangkan jika Novi Witdiya selaku mantan Bidan Desa Sukaraja Tuha malah membuat laporan palsu bahwa istri Kades telah melakukan penganiayaan kepada Bidan Desa tersebut.

 

Yang terjadi di areal persawahan di Desa Sukaraja Tuha itu adalah cekcok mulut antara Novi Witdiya, warga dan Kader Posyandu. Kehadiran Lilis Suryani niatnya hanya untuk meredam warga, tidak ada pemukulan atau penganiayaan seperti yang dituduhkan.

 

Kemudian dikatakan jika, masyarakat yang mencari Bidan Desa tersebut bersama Kader Posyandu siap menjadi saksi bahwa apa yang dituduhkan oleh Novi Witdiya tersebut tidak benar, malah sebenarnya itu kebalikan dari pemberitaan tersebut.

 

BERITA TERKAIT : ISTRI KADES DIDUGA ANIAYA BIDAN DESA

 

Kader Posyandu bersama masyarakat yang mencari Bidan tersebut sudah tanda-tangan dan menyatakan kalau pernyataan Bidan Desa tersebut di dalam pemberitaan salah satu media tersebut salah besar.

 

Selain itu, turut dimuat pula pernyataan dari Kades Sukaraja Tuha dan Kepala Puskesmas Sukaraja bahwa Novi Witdiya melakukan praktek Posyandu tanpa mengantongi izin dari pihak desa maupun Puskesmas.

 

Menurut Idial SKM.,M.Kes selaku Kepala UPT. Puskesmas mengatakan, “Kami belum mengizinkan Bidan Desa Novi Widia membuka Posyandu yang dibuat oleh Bidan tersebut.”(rilis)