Kades Terpilih Desa Mendah, Bangga Wakili Kaum Perempuan

526 views

OKU TIMUR – Dari 39 Kepala Desa (Kades) yang dilantik di Balai Rakyat, Desa Kotabaru Selatan, Martapura, Ogan Komering Ulu Timur, sosok Rismalena terlihat mencolok dari jajaran kades yang dilantik. Meski bertubuh mungil perempuan ini tampak percaya diri dalam setelan resmi kades yang berwarna putih-putih. Ia adalah Kades paling cantik dalam pelantikan Kades pada Rabu 20 Februari pagi.

Sebab dirinya menjadi satu-satunya Kepala Desa perempuan yang dilantik oleh Bupati OKU TIMUR. Tak tanggung-tanggung Kades terpilih Desa Mendah, Kecamatan Jayapura, ini ungguli 3 lawannya dengan suara sebanyak 1038 dari 2200 suara. Diakuinya ini merupakan kebanggaan tersendiri.

Ditemui usai pelantikan, Rismalena mengaku bangga karena bisa mewakili kaum perempuan. “Ini merupakan kebanggaan sebab saya mewakili para perempuan dalam bidang pekerjaan yang didominasi kaum laki-laki. Alhamdulilah masyarakat ada kepercayaan terhadap saya,” kata dia.

Dirinya juga mengaku optimis untuk membuat Desa Mendah yang berada di perbukitan dan berbatasan dengan Kabupaten OKU Selatan dan Provinsi Lampung ini agar lebih baik lagi. Niatnya hendak mengajak masyarakat untuk meningkatkan keamanan desa dan mengajak anak-anak muda untuk menjauhi narkoba.

Makanya, di awal kepemipinannya, Resmalena ingin merangkul semua elemen yang ada di Desa Mendah untuk bergandeng tangan membangun desa tersebut tanpa ada perbedaan. “Harapannya agar ke depannya bisa membangun desa lebih baik dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat bersama-sama,” katanya yang didampingi suaminya.

Informasi yang dirangkum swarasumsel.com, Rismalena berhasil mengungguli 3 kandidat Kades lainnya dan meraih 1038 suara dari 2200 mata pilih di desa mendah

Terpisah Camat Sugiyarto mengucapkan selamat kepada kepala desa yang terpilih dan semoga kepala desa Mendah ibu Resmalena dapat merangkul masyarakat serta mengajak untuk membangun desa Mendah lebih maju

“Saya berharap ibu Kades untuk membuat inovasi karena selama ini barangkali tidak ada perubahan sehingga mereka mengadakan gebrakan untuk desa sehingga lebih maju. Meski Desa Mendah adalah desa paling ujung kita berharap dalam gebrakannya untuk menjadi tolak ukur bagi desa lain.(Rizal Arisandi)