Kadus Dinilau Tak Produktif, Warga Desa Minta Ganti

Tidak ada komentar 238 views
Perwakilan warga Dusun Banjarnegara Desa Harjowinangun, Belitang, yang menuntut pergantian Kadus

OKU TIMUR – Sebanyak 247 Warga dusun Banjarnegara RT 01/RW 02, Desa Harjowinangun Kecamatan Belitang, kompak ingin mengganti Kepala Dusun (Kadus) yang sekarang dengan kadus baru. Demikian diungkapkan salah seorang perwakilan warga setempat.

Ilham Trisnanda (49) dan ketiga rekannya menjadi kepanjangan tangan warga untuk melaporkan kadusnya kepada camat dan kepala Desa Harjowinangun, namun ditolak dengan alasan tidak jelas. Padahal, kata dia, warga dusun Banjarnegara tidak lagi menyetujui kinerja kardus sekarang, yang dinilai lamban dan tidak aktif mengurusi warga,”Jelas Ilham.

Menurut dia, semestinya selaku kadus  dapat menjadi pemimpin bagi warga. Namun kadus sekarang beda, tidak ada siskamling, pembersihan lingkungan dan masalah prona juga  tidak beres. Hal itulah warga masyarakat keberatan kadus sekarang sujatmoko(48) turun saja selaku kadus.

Bentuk dukungan warga dibuktikan dengan tanda-tangan sebanyak 247 orang warga. “Kami selaku perwakilan warga berupaya melaporkan kadus lama melalui perwakilan saya, Suprapto, Suyitno dan Kurniawan yang dikuasakan oleh warga untuk meluruskan harapannya agar menjembatani kemauan warga agar segera terlaksana pergantian kadus yang baru dan cepat dilakukan oleh kecamatan maupun Desa,”Tambah Ilham lagi.

Kehendak warga sekarang cuma satu yaitu, pemilihan kadus baru atau kadus lama segera mengundurkan diri. Kam minta Kades untuk segera turun-tangan atas masalah ini. Padahal sudah kita laporkan pada pjs kades, apa jawabannya “Kata Pjs Kades agar warga tenang, pokoknya akan dilakukan pembinaan, namun tidak berubah. Kades seperti cuek saja tidak menanggapi permintaan warga.” Kata mereka.

Ditanya penyebab keresahan warga terhadap Kadus. Ilham katakan menurut warga sudah banyak kesalahan kadus. Pertama, warga sekarang menjadi resah kerena tidak nyaman, contoh kendaraan motor hilang yang tidak ada kejelasan. Kemudian kegiatan bersih-bersih lingkungan tidak aktif. Dengan warga kurang bertanggung jawab, tidak adanya perhatian pada masyarakat, dengan warga kurang mampu kurang bertanggung jawab dan terutama tugasnya sebagai kepala dusun tidak sesuai harapan masyakat banyak, pungkas Ilham.(Triangga)