Kerja Jual Kemplang Untuk Biaya Ujian dan Ijazah

Tidak ada komentar 323 views

Enit Suprihatin, siswi kelas 12 yang bekerja menjual kemplang untuk membayar biaya ujian dan ijazah

 

OKU TIMUR – Enit Suprihatin (20) siswi kelas 12 di salah satu Madrasah Aliyah di Kecamatan Jayapura tidak menyangka kisahnya akan jadi viral. Niatnya bekerja jual kemplang (kerupuk panggang) di pinggir jalan lintas Martapura untuk menebus biaya ujian dan ijazah membangkitkan simpati banyak orang.

 

“Aku dak nyangka jadi rame, sumpah niat saya cuma mau cari uang untuk sekolah.” Kata Enit Suprihatin yang dibincangi di lapak kemplang panggang milik Abunawar, Desa Tanjung Kemala, Martapura OKU Timur.

 

Ia yang tinggal di Pasir Cabe, Desa Lingot, Kecamatan Jayapura ini mengaku tak tahu jika ceritanya menyebar. Itu pun tahu setelah dirinya ditemui sejumlah pihak.

 

“Ada pak camat, kades sama barusan dari Dinas Pendidikan.” Kata Abunawar (63) pemilik lapak tempat gadis berkacamata ini kerja.

 

Berita terkait : Gadis Penjual Kemplang Dapat Beasiswa Kuliah Dari STKIP Muhammadiyah OKU Timur

 

Ayahnya sudah meninggal sedangkan ibunya kerja serabutan. Putri bungsu dari empat bersaudara ini mengaku tak tega meminta bantuan biaya ujian dan ijazah sebesar Rp 600 ribu pada keluarga. “Dak enak mau minta, mereka juga sudah ada kebutuhan sendiri. Makanya saya cari kerja. Kawan-kawan yang lain juga sudah bayar biaya itu.” Kata Enit lagi.

 

Awalnya ia bekerja didapat di Facebook. Dirinya mengaku mencari kerja via online. “Ini kan lapak dagangan anak saya, ketemu sama Enit katanya dia mau kerja untuk biaya sekolah, karena anak saya kasihan makanya diterima kerja. Ini sudah jalan 4 hari. Sebenarnya kasian dia bolak-balik jauh (jarak antara rumah dan lapak kemplang sekitar 7km), kata Abunawar lagi.

 

Kisah Enit Suprihatin menjadi viral setelah di-posting di laman instagram @martapurapedia. Sejumlah kalangan merasa prihatin atas kondisi gadis yang sempat putus sekolah setahun setengah ini. “Dulu waktu SMP sempat cuti sekolah karena dak ada biaya. Sekarang pokoknya saya harus lulus.” Katanya bertekad.

 

Terpisah, STKIP Muhammadiyah OKU Timur siap memberikan beasiswa penuh untuk perkuliahan pada Enit Suprihatin. Kampus ini mengatakan jika kisah Enit Suprihatin sangat menginspirasi. “Kegigihannya untuk menebus biaya sekolah sangat menginspirasi kita. Makanya kalau nanti dia mau kuliah akan kita tanggung semua biayanya.” Kata Didi Franzhardi selaku Ketua STKIP Muhammadiyah OKU Timur yang dibincangi via telepon.(Triangga)