Ketua LSM di OKU Timur Ditangkap, Jual Nama Kejaksaan 

Kajari OKU Timur (kanan) memaparkan kronologi penyerahan salah seorang oknum ketua LSM di OKU Timur inisal KB yang menjadi pelaku makelar kasus dan mencoreng nama kejaksaan

 

OKU TIMUR –  Seorang ketua LSM di Kabupaten OKU Timur diserahkan ke pihak kepolisian oleh Kejaksaan Negeri OKU Timur. Ia diserahkan karena terbukti mencoreng institusi kejaksaan dengan menjadi makelar kasus dan menjual nama institusi tersebut. Kepada korbannya oknum ketua LSM cabang OKU Timur ini mengaku dapat menjadi ‘fasilitator’ terkait kasus pidana yang dihadapi oleh suami korban.

 

Akmal Kodrat Kepala Kejaksaan Negeri Martapura dalam jumpa persnya dengan wartawan di ruang konferensi pers gedung Kajari OKU Timur, Jumat siang 26 Maret 2021, mengatakan jika perbuatan oknum KB mencoreng nama institusi yang ia pimpin.

 

“Oknum KB mengaku-ngaku pada korban, ceritanya, dia bisa menguruskan kasus pidana kebakaran hutan pada suami korban pada pihak kejaksaan. Tapi dengan syarat sejumlah uang sebesar Rp 85 juta. Kemarin petang (Kamis 25 Maret) kami konfirmasi langsung pada oknum tersebut dan korban secara bersamaan.”

 

Dalam suasana klarifikasi itu, korban menghadirkan bukti berupa surat kuasa pengurusan kasus yang diteken oleh oknum KB dan korban. Padahal, kata Kajari, dalam hal ini oknum KB tidak memiliki kompetensi bertindak sebagai penasehat hukum ataupun pengacara. Terlebih sejumlah nominal uang yang diserahkan oleh korban benar diakui oleh oknum KB.

 

“Kalau biasa di lapangan, tindakan yang dilakukan oleh oknum KB ini adalah Markus atau Makelar Kasus. Dalam hal ini nama institusi Kejaksaan Negeri OKU Timur ikut tercoret seolah ada kongkalikong dengan oknum. Makanya saat itu juga oknum KB kami antarkan ke pihak kepolisian karena ini sudah masuk ranah tindak pidana umum.”

 

surat kuasa itu kami jadikan bukti. Karena KB tidak berwenang dan tidak memiliki kompetensi untuk menjadi wali atas terdakwa yang terlibat kasus hukum.” Terang Kajari OKU Timur.

 

Bukti lain uang Rp 30 juta yang ditunjukkan oleh oknum KB sebagai sisa dari uang Rp 85 juta yang diserahkan oleh korban. “Dalam hal ini korban melapor kepada Polisi karena merasa tidak terima ditipu oleh KB. Untuk selanjutnya bisa ditanyakan kepada pihak kepolisian.” Tutup Akmal Kodrat.(Triangga)