swarasumsel – Sumsel di zaman penjajahan Belanda ternyata menarik untuk disimak. Redaksi sudah merangkum beberapa foto yang menggambarkan bagaimana suasana di sejumlah wilayah di Sumsel, adat istiadat, kebudayaan, serta aktivitas mereka sehari-hari.


Moetar doesoen Mantjakaban. Kommering Oeloe 1895nnKemungkinan foto ini diambil di sekitar wilayah Desa Muncak Kabau, Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur.


Dalam foto yang diambil pada tahun 1910 ini menampilkan seorang perempuan dengan mengenakan siger di atas kepalanya. Foto yang berjudul Indah Doesoen Mantjakabo Kommering 1919. Diduga foto diambil di sekitar wilayah Desa Muncak Kabau, Ogan Komering Ulu Timur.


Foto yang diambil pada 1895 ini menunjukkan citra perempuan Sumatera-Bagian-Selatan dengan atasan hingga bawahan yang lengkap. Foto ini berjudul : Saidah 1985 doesoen Boemie Agong dicht bij Moeara doea. Kommering OeloennPerempuan dalam foto masih terlihat kanak-kanak, Zaman dahulu hanya anak pejabat keresidenan yang punya kemewahan busana dan perhiasan seperti ini.


Lampongsche moelie in feestgewaad gereed voor het menari 1894


Suasana di sekitar Masjid agung palembang 1880.


Kelompok potret penari di kabupaten Lampungse 1880. Foto ini menampilkan penari.


hasil buruan harimau dan babi di lampung 1939. Saat Harimau masih menjadi hewan buruan.


Kantoor van Jacobson Van den Ber,Prushaan Belanda yg brgerak dbidang asuransi&perdagangan. Lokasi foto ini berada di sekitar jalan Sekanak, Di Areal Benteng Kuto Besak (BKB) Palembang


Foto ini diambil sekitar tahun 1910 di wilayah Sumatera Selatan. Bayi yang ada dalam foto sedang disuntik vaksin cacar yang pada masa itu diistilahkan dengan Cukilan. Dalam foto ini laki-perempuan rata-rata mengenakan sarung sebagai busana bawahan. Tapi tak seorangpun yang mengenakan sandal.