Komisi IV DPRD OKU Timur Gelar Rapat Penanganan Kasus Corona

Komisi IV DPRD Rapat bersama dengan Dinas Kesehatan, RSUD Martapura, RSUD OKU Timur dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan OKU Timur

OKU TIMUR – Dalam rangka mencari jalan keluar penanganan kasus virus corona maupun Covid-19 (Corona Virus Disease-19). Untuk itu Komisi IV DPRD OKU Timur melakukan rapat dengan Dinkes, RSUD OKU Timur, RSUD Martapura, Puskesmas Sukaraja, dan Diknas OKU Timur. Rapat berlangsung di kantor DPRD OKU Timur

Rapat Komisi IV dipimpin Wakil Ketua Komisi IV DPRD Syamsudin didampingi Ketua Komisi IV DPRD OKU Timur Masrin Diana, Sekretaris Komisi IV Adi Munadi.

Wakil Ketua Komisi IV yang juga pimpinan rapat Syamsudin, mengatakan, rapat ini sebagai salah satu langkah untuk mencari jalan keluar pennangan kasus Covid 19. Meskipun di Bumi Sebiduk Sehaluan belum ditemukan kasus corona tapi Pemkab sudah melakukan langkah-langkah antisipasi.

“Karena ini merupakan kasus yang sangat besar sehingga perlu penanganan serius dari seluruh elemen masyarakat,”jelasnya.

Ketua Komisi IV DPRD OKU Timur Masrin Diana, menjelaskan, kasus Covid 19 maupun corona merupkan kasus yang serius. Sehingga tim penanggulangan Covid 19 harus gencar melakukan sosialisasi ke masyarakat dan pencegahan. “Masyarakat sudah ketakutan dengan kasus Covid 19 harapan saya tim covid 19 harus semaksimal mungkin melaksanakan tugas untuk pencegahan,”katanya

Sekretaris Komisi IV DPRD OKU Timur Adi Munadi, menambahkan, dampak Covid 19 ini sangat berbahaya, karena saat ini masyarakat masih ada yang belun khawatir dengan kasus corona sehingga masyarakat harus dihimbau.

Anggota Komisi IV DPRD OKU Timur, Irawan pengumpulan massa dalam kegiatan hajatan, karena itu bupati harus mengumpulkan Kepala desa (Kades) untuk sementara menghentikan kegiatan pengumpulan massa baik dalam kegiatan hajatan maupun yang lain. Kades juga harus mengeluarkan surat jalan bagi warga yang akan berpergian sehingga diketahui perginya kemana. Masyarakat juga harus beritahu untuk tidak melakukan kontak fisik.

“Kita meminta kepada direktur rumah sakit harus transparan meskipun kita mengetahui ada kode etik bagi petugas kesehatan, untuk Kadiknas harus mencarikan jalan keluar yang terbaik dalam teknis belajar di rumah,”terangnya

Anggota Komisi IV H Firmansyah, SE, apakah di dinas-dinas sudah ada sarana diantaranya, kran air mengalir, karena hasil studi banding ke Lampung Tengah Pemkab Lampung Tengah sudah menghimbau masyarakat menyediakan sarana air bersih di setiap rumah dan di dinas-dinas.

Anggota Komisi IV DPRD OKU Timur Ida Liana di Lampung Tengah sudah disiapkan sarana air mengalir disetiap dinas-dinas dan rumah masyarakat. Puskesmas dilakukan piket malam 1 x 24 jam untuk langkah pencegahan.

Anggota Komisi IV DPRD OKU Timur Markum, harus selalu dilakukan gerakan edukasi kepada masyarakat tentang virus corona. Akan mendirikan pos di daerah perbatasan untuk mendeteksi keluar masuknya orang di OKU Timur.”Kita ini tidak bisa menyetop warga kita yang sebagian besar petani untuk keluar rumah sehingga perlu dikakukan pencegahan dan Kades harus dikumpulkan,”imbuhnya.

Anggota Komisi IV DPRD OKU Timur H Santoso, untuk pencegahan Covid 19 selain ada ambulance berjalan tapi juga harus dilakukan penyemprotan lingkungan.

Anggota Komisi IV DPRD OKU Timur Maredon, berikan sosialisasi kepada masyarakat untuk menambah pengetahuan masyarakat tentang apa itu virus corona.

Anggota Komisi IV DPRD OKU Timur Serizal segera lakukan penyemprotan di lingkungan maupun desa-desa sebagai langkah pencegahan

Anggota Komisi IV DPRD OKU Timur H Dencik menyarankan bikin call centre di setiap rumah sakit dan Puskesmas dan dokter di Puskesmas harus siap dan siaga

Kadinkes Zainal Abidin, sejak ada virus corona Dinkes melakukan tindakan, dan melakukan pendataan pendatang yang ada di pool bus baik yang di Martapura dan Belitang. Karena terus berkembang dengan kedatangan tamu dari luar sehingga dibentuk Satgas OKU Timur. Dinkes membentuk tim penangangan khusus bagi warga dari luar masuk ke OKU Timur. Sejak turun-turun ke lapangan didapat ada beberapa ODP tapi setelah ditangani sudah sembuh dan bukan karena corona tapi tetap harus waspada tapi jangan panik.

Ada ambulance keliling memberikan penyuluhan tentang virus corona. Dinkes sudah mengajukan alat pelindung diri tapi karena tidak ada sehingga membeli jas hujan, sepatu bot dan kacamata memang ini tidak standar tapi ini yang bisa dilakukan.

Direktur RSUD OKU Timur dr Sugihartono, sebelumnya hanya memiliki satu kamar isolasi ditambah tiga kamar isolasi di RSUD OKU Timur dan RSUD menyiapkan ruangan isolasi. Setiap ada ODP akan diserahkan ke dokter spesialis. Jika masih ODP bisa dikarantina di rumah diawasi oleh bidan desa.

“Ada prediksi wabah ini akan terus berkembang dan perlu langkah penanganan yang serius. Pasien yang dipantau itu ada kemungkinan tapi belum pasti. Periapan RSUD OKU Timur selain menambahkan ruang isolasi tapi juga membatasi orang bezuk dan pengantar pasien hanya satu orang,”ujarnya.

Dirktur RSUD Martapura dr Dedy Damhudi, sesuai perintah gubernur jangan menolak pasien corona. Jika ada Pasien Dalam Pengawasan (PDP) akan dirujuk ke lima Rumah sakit yang sudah ditetapkan oleh Kemenkes. “Sehingga jika ada PDP kami tidak
bisa langsung memeriksa sehingga kami rujuk ke rumah sakit rujukan. Kelangkaan Alat Pelindung Diri (APD) langka secara nasional,”ungkapnya.

Kadiknas Wakimin, SPd, Jumat 20 Maret 2020 dilakukan rapat dan hasilnya anak sekolah diliburkan dan belajar di rumah. Tapi kendalanya tidak seluruh siswa memiliki handpon dan jaringan internet yang masih menjadi masalah. Kemudian ada kebijakan penyesuaian jam kerja.(rilis)