Lagi, Grandong Di Tanggul Irigasi

Tidak ada komentar 2702 views

 

OKU TIMUR – Jalur tanggul irigasi penghubung Martapura – Kurungan Nyawa, Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur (OKU TIMUR) sepertinya masih belum aman dari tindak-tanduk grandong (pelaku begal). Seperti yang terjadi Jumat siang 10 Mei, di tanggul irigasi di dekat Desa Pahang Asri, Buay Pemuka Peliung, seorang pengendara jadi korban dan menjadi trauma.

“Anak saya masih trauma,” kata Jack Baihaki, ayah korban Tika Pratiwi (29), yang ditodong pisau dan motornya dirampas oleh dua orang pelaku.

Jack Baihaki menceritakan kronologinya, siang itu sekitar pukul 13.00 putrinya melintas di tanggul irigasi dari arah kota Martapura. Selama perjalanan ia tidak merasakan firasat apa-apa.

Namun, tepat di dekat Tugu Desa Pahang Asri, arah jejeran pohon sawit, mendadak ia dipepet oleh satu motor yang ditumpangi dua orang antara umur 23-27 tahun. Ia yang saat itu berkendara sendirian diteriaki sambil ditodong pisau.

“Salah satu dari pelaku teriak menyuruh berhenti. Karena perempuan, dia mikir takut diapa-apain oleh pelaku, jadi menurut saja.” Lanjut Jack Baihaki yang sehari-hari berprofesi sebagai wartawan ini.

Kemudian, lanjut Jack Baihaki, para pelaku merampas motor dan kabur ke arah Desa Sukaraja. Ia sendiri yang akhirnya menjemput putrinya selepas kejadian itu.

“Langsung saya antar ke Polsek BP Peliung untuk bikin laporan, sudah dicatat oleh Polisi.” kata Jack Baihaki seraya mengatakan jika kejadian ini membuat dirinya geram.

Sedikitnya putrinya menderita kerugian hingga Rp.10 juta atas raibnya motor Honda Nopol BG 5284 XY tersebut.

“Setidaknya harus ada upaya nyata para penegak keamanan. Apalgi ini menjelang musim mudik 2019. Pantas banyak yang tanya-tanya di forum info oku timur (Facebook) soal keamanan di jalur tanggul, ternyata masih rawan.” Cetusnya.

Di sosial media, seperti di grup Forum Info OKU TIMUR (FIO), sejumlah calon pemudik sempat menanyakan perihal keamanan di jalur tanggul irigasi. Jalur itu bertahun-tahun memang terkenal rawan begal.(triangga)