Lagi, Tiga Pemuja Sabu Ditangkap

1539 views

OKU TIMUR – Dalam sehari Satuan Reserse Narkoba Polres Ogan Komering Ulu Timur (OKU TIMUR) meringkus tiga terduga bandar narkoba jenis sabu-sabu. Ketiganya ditangkap di tempat yang sama hanya selisih sejam. Dua unit mobil jadi bukti yang diamankan oleh petugas.

Di bawah pimpinan IPTU Dwi Rio ketiga pemuja sabu yakni Jussan Samma (50), warga Desa Pagar Desa, Kecamatan Sakau, Kabupaten Lampung Barat, Helmi (42), warga Desa Sukajaya No 14, Kecamatan Warkuk Ranau Selatan, Kabupaten OKU Selatan. Hipson (38), warga Desa Sri Bunga, Kecamatan Buay Pemuka Bangsa Raja, sudah diamankan di Mapolres OKU TIMUR.

Tersangka Jussan Samma dan Helmi ditangkap di Kota Baru. Kecamatan Martapura, Jumat 23 November lalu sekitar pukul 06.00 WIB. Sedangkan Hipson ditangkap di Bundaran Tugu Tani Martapura di hari yang sama sekitar pukul 08.00 WIB.  

Kapolres OKU Timur AKBP Erlintangjaya melalui Kasat Narkoba IPTU Dwi Rio mengatakan, penangkapan ketiga tersangka ini berawal dari informasi masyarakat yang resah dengan adanya transaksi narkoba di wilayah Kecamatan Martapura. Bahkan ketiga tersangka ini terbukti memiliki, menyimpan Narkotika jenis sabu. 

“Tersangka Jussan dan Helmi ini kita tangkap di dalam mobil  Avanza warna Silver bernomor Polisi BE 2319 CX. Saat dilakukan Penggeledahan ditemukan satu paket sedang Narkotika jenis Sabu yang dibungkus dengan plastik klip bening dengan berat bruto 9,70 gram, yang ditemukan di samping kiri kursi depan mobil tepatnya sebelah kiri dekat tersangka Jussan Samma duduk,” tegasnya.

Sementara, tersangka Hipson kata Kasat, juga didalam  mobil AYLA warna abu abu dengan Nomor Polisi B 2470 UFB. 

“Saat dilakukan Penggeledahan  ditemukan empat paket kecil narkotika jenis sabu yang dibungkus dengan plastik klip bening yang dibalut plastik warna hitam dengan berat bruto 0,67 gram yang ditemukan di sepatu sebelah kiri tersangka yang dipakai pada saat kejadian,” jelasnya.

“Ketiga tersangka ini sudah kita tahan, bahkan barang bukti sudah kita sita. untuk tersangka Jussan dan Helmi dikenakan Pasal 114 dan 112 ayat 2 tentang penyalahgunaan narkoba dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara. Sedangkan tersangka Hipson dikenakan pasal 112 dan 127 dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara,” pungkasnya. (Triangga)