Lintas Tengah Sumatera Perbatasan Sumsel, Penumpang Discan, Mobil Disemprot

Seorang petugas menyemprot cairan disinfektan di badan bus yang memasuki posko satgas cekal Covid-19 OKU Timur. Kendaraan umum yang melintasi kabupaten ini kini harus melalui posko pengecekan kesehatan

OKU TIMUR – Perang terhadap penyebaran coronavirus menjadi agenda pemerintah OKU Timur setidaknya dalam dua bulan ke depan. Kini, untuk menangkal masuknya covid-19 di Sumatera-Selatan, di jalur lintas tengah di perbatasan antara Provinsi Lampung dan Sumatera-Selatan, moda transportasi umum dipantau oleh petugas yang bekerja 24 jam.

Aktifitas ini dimulai sejak pukul 2 siang pada Jumat 27 Maret 2020, gabungan petugas dari Dinas Kesehatan, Dinas Perhubungan, Koramil Kota Martapura dan Polres OKU Timur turun membentuk satgas dalam penanganan pencegahan wabah corona yang bertugas di Terminal Kota Martapura, Desa Kotabaru Selatan.

“Posko pemantauan ini ditargetkan setidaknya aktif hingga 29 Mei mendatang, dan menyasar kepada para penumpang angkutan umum yang melintas di jalur lintas tengah sumatera, semoga kita dapat memberikan yang terbaik dalam bencana ini.” kata Sekda OKU Timur, Jumadi S.Sos. Ia meminta kesiagaan para petugas untuk aktif dalam memantau dan melaporkan perkembangan terkini.

Secara teknis, pekerja di posko ini akan dibagi ke dalam 3 shift yang masing-masing bertugas selama 8 jam. Sejak resmi beroperasi sudah ada belasan bus dan puluhan penumpang yang masuk. “Prosedurnya nanti semua penumpang akan dihimbau turun, kemudian cuci tangan dan masuk ke tenda semprot disinfektan, lalu akan di-scan suhu tubuh menggunakan thermo gun. Setelah itu barulah nanti akan didata nama, asal dan tujuan perjalanan mereka.” kata Zaenal Abidin selaku Kepala Dinas Kesehatan OKU Timur.

Sementara para penumpang di data, petugas lain akan melakukan penyemprotan Disinfektan pada badan bus atau mobil travel, dari bagian luar hingga bagian dalam. Tujuannya untuk memastikan jika kendaraan yang melintas aman terbebas dari virus.

Sementara itu penggunaan jas hujan terpaksa dilakukan sebagai ganti APD yang berstandar kesehatan. Sebab diakui Jumadi jika ketersediaan APD masih diupayakan karena kelangkaan barang di pasaran. Dijanjikannya paling lambat hari Senin mendatang.

Informasi yang diperoleh terakhir pada Rabu 25 Maret 2020 dari Kepala Dinas Kesehatan menyebutkan jika sebelumnya ada sebanyak 14 orang warga OKU Timur yang termasuk dalam kategori ODP. Namun setelah dipantau sepekan 6 orang dinyatakan sehat. Sedangkan 8 lagi masih dipantau terus oleh petugas.(Triangga)