Masih Ibadah Berjamaah, Warga : Kalau Masjid Tutup Seharusnya Pasar Juga

Masjid Annur Veteran Jaya, Martapura yang 17 April 2020 terpantau masih melaksanakan Ibadah Jumat Berjamaah

OKU TIMUR – Terkait himbauan pemerintah agar masyarakat melaksanakan ibadah di rumah dan tidak dilaksanakan berjamaah di pusat ibadah, mendapat respon beragam. Ada yang menilai himbauan itu berlebihan ada pula yang mendukung.

Agus Nugroho (37) warga Kelurahan Veteran Jaya, Martapura mengatakan himbauan tersebut tidak masuk akal bagi dirinya. Sebab ada pusat keramaian lain yang seharusnya lebih riskan terhadap penyebaran virus yang hingga hari ini masih beroperasi seperti biasa.

“Di pasar itu lebih riskan, lebih banyak orang yang lalu-lalang dan bertransaksi. Itu orang dari mana-mana, kalau masjid kan orangnya itu-itu saja, dari lingkungan sini saja, jadi lebih gampang terpantau, asal disesuaikan saja tata-cara ibadahnya. Shaf jemaah dijarangkan atau ceramah khotib jangan terlalu lama.” Kata dia yang dibincangi usai ibadah sholat Jumat di Masjid Annur desa setempat, Jumat 17 April 2020.

Sementara itu organisasi keagamaan seperti Pengurus Dewan Muhammadiyah (PDM) OKU Timur menyatakan akan mematuhi himbauan tersebut. “Pada intinya kami dari PDM OKU Timur mendukung penuh sikap pemerintah, demi kemaslahatan ummat.” Kata Abdul Muhith selaku Sekretaris PDM OKU Timur.

Abdul Muhith menambahkan jika upaya menghindari diri dari paparan virus juga merupakan bentuk jihad. Allah tidak akan menyulitkan umatnya dalam beribadah. “Ikhtiar untuk melawan wabah ini juga merupakan bagian dari jihad.” Kata dia.

Sementara itu, pantauan di lapangan di Kota Martapura sejumlah masjid masih melaksanakan sholat Jumat berjamaah. Meski begitu sempat disampaikan himbauan oleh petugas Babinsa setempat kepada masyarakat. Himbauan untuk ibadah di rumah adalah Keppres yang diteken pada 15 April 2020 oleh presiden Jokowi dalam upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19 yang sudah sebulan menyerang Indonesia.(Triangga)