Masih Ngotot Hajatan, Polres Akan Tindak Tegas

Tidak ada komentar 79 views



Kapolres OKU Timur AKBP Erlin Tang Jaya SH SiK (tengah, pegang mic) sesaat melepas petugas semprot disinfektan gabungan TNI, Polri, BPBD, Damkar, Satpol PP dan Dinkes OKU Timur, 31 Maret 2020

OKU TIMUR – Jika ada warga di OKU Timur yang masih ngotot melaksanakan hajatan, akan terancam pidana. Tindakan tegas ini diperlukan untuk menekan penyebaran pandemi Covid-19 yang sesuai dengan maklumat Kapolri.

“Aparat  keamanan tidak ingin hanya gara-gara kerumunan, apalagi hanya nongkrong-nongkrong (kumpul-kumpul), penyebaran virus ini bertambah. Kami akan melakukan pembubaran, bila perlu dengan tindakan sangat tegas,” ujar AKBP Erlin Tangjaya SH SiK usai apel bersama satgas penyemprotan Disinfektan, Selasa pagi 31 Maret 2020, lapangan upacara Pemkab OKU Timur.

Beragam metode sudah dilakukan untuk menyampaikan hal ini, kata Kapolres, lewat spanduk, siaran radio dan sosial media. Petugas patroli keliling pun rutin melakukan sosialisasi.

“Semua ini dilakukan untuk keselamatan dan kesehatan masyarakat, karena virus Covid-19 sangat ganas. Dimana, Kepolisian Negara Republik Indonesia senantiasa berpegang teguh pada asas keselamatan rakyat. Saya ulangi, asas keselamatan rakyat yang menjadi hukum tertingginya.” kata dia.

Ancamannya tidak main-main, jika masih ada masyarakat yang membandel, dan tidak mengindahkan perintah personel yang sedang bertugas. “Kita punya undang-undang nomor 4 tahun 1984 tentang wabah penyakit menular dengan pidana 1 tahun dan denda RP 100 juta rupiah dan pasal 6 tahun 2018 tentang karantina kesehatan dan dipidana 1 tahun penjara denda Rp100 juta rupiah.” tegas Kapolres lagi.

Adapun pasal lain pasal 212 KUHP dapat dipidana 1 tahun 4 bulan. Dan pasal 214 dapat dipidana 7 tahun penjara, pasal 216 dapat dipidana 4 bulan hukuman atau maximal hukuman diberikan sampai 7 tahun penjara.” tutupnya.(Triangga)