OKU Timur Banyak Perantau, Penyebab Sulit Tuntas Rekaman E-KTP

OKU TIMUR – Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten OKU Timur mencatat beberapa permasalahan yang mengakibatkan pihaknya belum bisa mewujudkan 100 persen penduduknya rekaman kartu tanda penduduk elektronik (E-Ktp).

Ada dua penyebab, pertama karena banyaknya bekerja merantau, anak yang sekolah dan kuliah diluar kabupaten, dan kedua sudah berumur lanjut usia. Data Dukcapil terakhir saat 30 Juni 2019, terdapat lebih dari 16 ribu penduduk yang belum melakukan perekaman E-Ktp.

“Permasalahan mereka ini satu perantau tidak ada ditempat, anak-anak kuliah diluar. Adanya musiman libur sekolah ini, mungkin liburan banyak yang pulang, dan bahkan sudah banyak menelepon liburan ini banyak yang pulang, kita siapkan pelayanan,” kata Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten OKU Timur, Sutikman S.Pd MM, kepada wartawan Swarasumsel.com, Selasa 3 Desember.

Untuk itu, langkah yang ditempuh menuntaskan rekaman, Selain melakukan pelayanan di kantor disdukcapil juga memiliki tim pelayanan yang melakukan pelayanan langsung kedesa-desa “Layanan Jemput Bola”. Pihaknya melakukan pendataan dan menampung laporan permintaan yang masuk meminta diberikan pelayanan ke desa-desa.

“Jadi kita cari terus dari desa ke desa, dan data penduduk yang belum rekam itu sudah kami bagikan ke kasi pemerintahan kecamatan. Seperti tadi (Kemarin, 3/12) ada laporan lansia yang masuk belum memiliki E-Ktp, ada 20 lansia di Desa liman Sari, Kecamatan Buay Madang Timur, lalu kami jadwalkan hari sabtu, karena sabtu jadwal jemput bola kosong,” ucap Sutikman.

Sementara saat ditanya berapa jumlah stok balngko E-Ktp yang saat ini tersedia di Dinas Kependudukan dan catatan Sipil, dirinya mengakui persediaan balnko masih mengalami keterbatasan sampai dengan akhir tahun ini, dan berjanji mulai tahun anggaran tahun depan semua kekurangan akan tercukipi tak lagi mengalami kekurangan.

“Blangko memang saat ini terbatas, nanti anggaran tahun baru aman, dan tercukupi semua. Saat ini stok ada terbatas, jadi antara daftar tunggu dengan stok yang harus dicetak dengan kiriman blangko terbatas,” pungkasnya.(apen)