OKU Timur Rekor Muri Inseminasi Sapi

Tidak ada komentar 206 views

OKU TIMUR – Dinas perikanan fan peternakan OKU Timur kembali menyabet rekor Muri dengan target ternak sapi untuk kategori Inseminasi buatan terbanyak se-Indonesia. Hadir pula Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru SH MH dan sejumlah investor, kegiatan ini terpusat di Lapangan Sukaraja Kabupaten Buay Madang.

Bupati OKU Timur Kholid Mawardi S.Sos M.Si mengatakan Pemkab OKU Timur melalui Dinas Perikanan dan Peternakan sudah meniti dan merintis kedaulatan ternak tersebut. Hal ini dapat dilihat dari populasi sapi potong di Sumsel, OKU Timur merupakan penyumbang terbesar sebanyak 25,58 persen atau 69.517 ekor dari jumlah total populasi sapi di Sumsel pada 2018 sebanyak 294.714  ekor.

“Kegiatan sinkronisasi estrus dan inseminasi buatanĀ  menjadi tolok ukur dari perkembangan peternakan OKU Timur khususnya dan Sumsel pada umumnya selain itu untuk mewujudkan pengembangan ekonomi kerakyatan berbasis pada pembangunan pertanian berkelanjutan, perkebunan, tanaman pangan, peternakan dan perikanan dapat terwujud sesuai dengan apa yang kita harapkan bersama,”jelasnya, Kamis (27/2).

Sementara Kepala Dinas Peternakan, Tubagus Sunarseno menjelaskan Jadwal kegiatan pelaksanaan kegiatan sinkronisasi estrus, inseminasi buatan dilaksanakan di 20 kecamatan dari 1 hingga 15 Januari 2020 dilakukan pemeriksaan kebuntingan sekaligus  sebagai seleksi akseptor. Pada 09 hingga 15 Februari 2020 pelaksanaan sinkronisasi estrus (Penyuntikan hormon secara serentak) dari 15 sampai 24 Februari 2020 pelaksanaan inseminasi buatan.

“Akseptor yang digunakan pada kegiatan sinkronisasi estrus dan inseminasi buatan sebanyak 20 ribu ekor, dengan target kelahiran dan penambahan populasi sapi pada Desember 2020 sebanyak 10 ribu ekor. Pada 2019 sudah dilaksanakan kegiatan serupa dengan menggunakan akseptor sebanyak  1.673 ekor dan dilaksanakan di enam kecamatan,”katanya.

Terpisah, Gubernur Sumsel H. Herman Deru SH, MH Berdasarkan data BPS OKU Timur daerah yang makmur dan angka kemiskinan terus turun, melalui sinkronisasi estrus dan inseminasi
diharapkan dapat membantu perputaran perekonomian masyarakat serta menjadi daerah penyuplai daging. (Triangga)