OKU Timur Sukses Tekan Penyalahgunaan Narkotika

371 views

OKU TIMUR – Kejaksaan Negeri Martapura Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur (OKU TIMUR), Rabu 20 November 2019 memusnahkan barang bukti yang mempunyai kekuatan hukum tetap atau ingkrah, bertempat di halaman kantor Kejaksaan Negeri Martapura.

Barang bukti yang di musnahkan yaitu senjata api sebanyak 9 berkas dengan 9 pucuk senjata api, senjata tajam 14 berkas dengan 14 senjata tajam, 7 paket ganja, 311.502 garam sabu dan 414 pil ekstasi.

Acara pemusnahan barang bukti hasil kejahatan ini di hadiri juga Wakil Bupati OKU Timur Fery Antoni, Ketua DPRD OKU Timur Beni Dafitson, Kepala BNK OKU Timur AKP Gendi, waka Polres OKU Timur, perwakilan Dandim 0403 OKU, perwakilan yon armed serta kepala OPD di lingkungan Pemkab OKU Timur.

Kepala Kejaksaan Negeri OKU Timur Ismaya Hera Wardanii, SH, M. Hum mengatakan kegiatan ini merupakan kegiatan rutin, setiap kali barang bukti dari penanganan perkara yang sudah selesai penanganannya dan memiliki kekuatan hukum tetap, kewajiban kejaksaan untuk segara memusnahkannya.

“Barang bukti yang dimusnahkan adalah hasil perkara 2019 dan sebagian tahun 2019, untuk barang bukti yang memiliki nilai ekonomis untuk negara, sudah di selesikan melalui mekanisme lelang terbuka di palembang,” ungkapnya.

Kejari melanjutkan, pemusnahan barang bukti merupakan agenda penuntasan kinerja kejari sekaligus bentuk pertanggung jawaban kepada publik.

“Berkas perkara yang di musnahkan yaitu jenis narkoba cukup banyak di bandingkan tahun 2018 namun jumlah perkara lebih sedikit, ini membuktikan OKU Timur berhasil memberantas narkoba, begitu juga dengan perkara pidana unum,” katanya.

Kejari menambahkan, perintah Presiden Republik Indonesia agara penegak hukum menegakan hukum bagi yang bersalah, jangan sampai salah menghukum.

“Untuk itulah kejari akan menghukum bagi yang melangar hukum, namun juga berhati hati sebelum menjatuhkan hukuman karena ini lah kita lakukan konfirmasi,” katanya.

Sementara itu Bupati OKU Timur H. M. Kholid, S.Sos, M, Si mengatakan, pada akhir 2018 tren penggunaan narkoba menurun, hal ini efak dari Surat Edaran Bupati OKU Timur dan Maklumat Kapolres dan Muspida plus untuk tidak memberikan ijin orgen tunggal di malam hari.

“Kemudiaan juga alasan kejahatan lainnya yaitu faktor ekonomi, melihat hal ini menjadi tangung jawab kita untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, untuk itulah Dimanapun saya selalu mengajak, ayo perbaiki ekonomi masyarakat, dengan rakyat sejahtera maka kejahatan akan menurun,” ujarnya.

Bupati juga mengatakan, terkait perkara korupsi bukan hanya perkara kepastian hukum dan penegakan hukum tetapi bagai mana melakukan pencegahan.

“Sudah menjadi kewajiban manusia untuk saling mengingatkan, jikalau ada orang yang salah kasih tau, dibimbing jangan di biarkan salah, hal ini juga sesuai dengan perintah agama, ingat mengingatkan kepada hak dan mencegah kemungkaran dan kebatilan,” pungkas Bupati.(Humpro)