Panwascam Lubuk Raja Gelar Sosialisasi Pemilu 2019

316 views

(swarasumsel) LUBUK RAJA – Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Lubuk Raja mengadakan sosialisasi pengawasan Pemilu Tahun 2019, Kegiatan dibuka oleh Komisioner Bawaslu Divisi HPP dan Penyelesaian Sengketa Anggi Yumarta, M.I.P dan dihadiri oleh Camat Lubuk Raja, Kapolsek Lubuk Raja dan Para Toko Pemuda, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, dan PPK Lubuk Raja serta PPL Se-Kecamatan Lubuk Raja yang digelar di Aula Kecamatan Lubuk Raja, Kabupaten Ogan Komering Ulu. Selasa (13/11/2018).

Ketua Panwaslu Lubuk Raja, Feru, SE mengatakan, bahwa kegiatan sosialisasi ini tidak lain bagaimana mengajak kepada seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama melakukan pengawasan dalam proses Pemilihan Umum 2019.

“Mari kita bersama-sama mengawasi pemilihan ini supaya berjalan dengan baik dan berlangsung, maka kemudian kami mengajak kepada semua pihak untuk melakukan pengawasan selama proses kampanye ini,”ujar feru.

Menurutnya, Sejumlah tahapan perlu diketahui dan mendapat pengawasan dari Bawaslu, Panwascam, dan PPL se-lubuk raja. “PPL juga harus menjalin komunikasi dengan bacaleg, agar tidak terjadi pelanggaran pemilu, baik yang dilakukan bacaleg maupun partainya,”

Foto bersama Komisioner Bawaslu Divisi HPP dan Penyelesaian Sengketa Anggi Yumarta, M.I.P bersama Camat Lubuk Raja, Kapolsek Lubuk Raja dan Para Toko Pemuda, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, dan PPK Lubuk Raja

katanya.

Sementara, Komisoner Bawaslu Kabupaten OKU Anggi Yumartha, M.I.P mengingatkan, agar Panwascam dan PPL meningkatkan pengawasan menjelang Pemilu 2019. Apalagi agenda Pemilu 2019 terbilang padat dan pertama kali dilakukan di Indonesia karena akan digelar serentak pemilihan anggota DPRD, DPD, DPR, dan juga pemilihan presiden (Pilpres).

“Masyarakat harus cerdas politik, caranya dengan memberikan informasi dan kontribusi seluas-luasnyaya guna menciptakan Demokrasi yang baik, Demokrasi beradat, Demokrasi untuk kita semua maka dari itu ia meminta partisipasi oleh seluruh elemen masyarakat,” jelasnya.

Disampaikanya, pemilu ini merupakan langkah awal untuk sarana penunjang dalam mewujudkan sistem ketatanegaraan secara demokratis. Maka dari itu ia berpesan hindari jual beli hak pilih, jangan jual hak pilih anda, dan jadilah pemilih yang rasional. “Selain memahami tahapan, kita juga wajib memahami mekanisme penanganan pelanggaran pemilu,” tuturnya.(Erlangga)