Pemerintah Batasi Sosmed, Bentuk Pengekangan Demokrasi

Tidak ada komentar 214 views

OKU TIMUR – Sejak Rabu hingga Kamis hari ini 23 Mei 2019, Pemerintah membatasi jaringan internet terkhusus pada akses media sosial.

Sehingga berbagai pihak mengalami perlambatan jika ingin upload video dan foto. Termasuk jika ingin mengirim pesan tulisan. Seperti halnya di Whatsapp, Instagram dan sosmed lainnya.

Kondisi ini disayangkan warga, karena berdampak pada perputaran ekonomi online.

Feru SE, sebagai aktivis kepemudaan di OKU, menyebut pembatasan internet khususnya medsos banyak merugikan masyarakat. Utamanya para penjual online.

“Keputusan membatas jaringan internet membuat lumpuh para penjual online,” tutur mantan Kepala Bidang PPD HMI Cabang Baturaja itu.

Apalagi, saat ini kita hidup di zaman industri 4.0. Dimana internet adalah kebutuhan pokok bagi perdagangan online (Online Shop).

Nah, apabila kondisi ini berkelanjutan, maka akan banyak penjual online akan mengalami kerugian secara cepat atau hitungan per detik.

“Saya sangat mengecam dan sangat menyayangkan keputusan ini karena siapa yang bertanggung jawab atas kerugian ini,” demikian Feru.(erlangga)