Penerima BST Covid-19 OKU Timur Ternyata Berpatokan Data Miskin 2015

Kabid Penanganan Fakir Miskin Dinas Sosial OKU Timur, Slamet yang diwawancarai wartawan terkait BST Covid-19 OKU Timur yang dinilai banyak tak tepat sasaran

OKU TIMUR – Protes keras masyarakat di sejumlah kecamatan di Kabupaten OKU Timur terkait Bantuan Sosial Tunai (BST) Covid-19 dari Kementerian Sosial ditanggapi oleh Dinas Sosial (Dinsos) OKU Timur. Dikatakan data itu kebanyakan merupakan data sejak 2015 silam.

Kepala Bidang Penanganan Fakir Miskin Dinsos OKU Timur, Slamet menceritakan jika data yang mereka terima merupakan data kemensos dari tahun 2015. Secara kronologi ia menceritakan,

“Kemensos mengirimkan daftar nama warga yang akan menerima BST sebanyak 27.421 kepada Dinsos. Pada 23 April 2020, melalui Tenaga Kerja Sosial Kecamatan (TKSK) data itu kemudian disebar ke desa-desa di kecamatan yang tercantum, tujuannya untuk verifikasi kebenaran data-data tersebut.” Bebernya.

Waktu untuk pelaksanaan verifikasi, kata Slamet selama 7 hari atau 30 April 2020. Di saat itulah TKSK melakukan verifikasi ke desa dengan bantuan perangkat desa, “Tujuannya untuk mengkroscek nama-nama yang ada dalam daftar Kemensos itu sesuai atau tidak, miskin atau tidak atau apakah yang bersangkutan sudah pindah atau belum, seperti itu.” Jelas Slamet lagi.

Setelah verifikasi di desa selesai, ditemukan 4000 nama yang statusnya sudah berubah dan akan diganti dengan 4000 nama baru hingga tetap menggenapi kuota 27.421 dari kemensos. Kemudian petugas TKSK menginput ke server sesuai batas waktu yang ditetapkan diperpanjang hingga akhirnya berakhir 13 Mei.

“Pas diinput ke server sesuai batas waktu 13 Mei itu, cuma sekitar 10 ribuan nama yang berhasil valid ke dalam server. Sejumlah itu sudah tercampur nama-nama yang lama dan yang baru.” Jelas Slamet lagi.

Ditanya apakah akan ada penginputan baru dari Kemensos, Slamet mengaku sejauh ini belum ada perintah dari kementerian sosial. “Kami cuma nunggu perintah dari atas, soal apakah nanti akan diinput lagi, itu kebijakan dari pusat kami tidak memiliki kemampuan untuk itu.” Tandasnya.(Triangga)