Pengadaan Obat Puskesmas Rp 1,4 M, Massa Minta Bupati dan Kejaksaan Awasi Kinerja Dinkes

OKU TIMUR – Sejumlah orang yang tergabung dalam Gerakan Persatuan Pemuda Mahasiswa Peduli Sumatera Selatan ( GPPMS) melakukan aksi unjuk rasa ke Kantor Pemda OKU Timur pada Kamis siang 13 Februari 2020. Setelah sebelumnya dari kantor Kejaksaan OKU Timur mereka meminta agar Dinas Kesehatan OKU Timur agar diawasi.

Kedatangan mereka untuk mendesak Kepada Bupati OKU Timur H Kholid Mawardi untuk mengevaluasi terhadap Kinerja Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten OKU Timur terkait pengadan obat PKD Puskesmas dengan nilai 1,459.981.000.000.

“Kami peduli dengan kesehatan warga OKU Timur karena itu kami melakukan aksi agar pemerintah terkait aktif memantau pengadaan obat yang dananya cukup besar, jangan sampai ada hal yang tak diinginkan sebab itu jumlah yang besar,”ungkap Kordinator Aksi Sobirin saat aksi damai di halaman pemkab OKU Timur.

Mereka utamanya meminta agar pengadaan obat-obatan untuk Puskesmas se-OKU Timur anggaran 2019 senilai Rp 1,4 miliar itu agar betul-betul diawasi. Karena kata mereka, jika tidak akan sangat rawan terjadi penyimpangan.

“Sebelum kami ke Pemda kami sudah melakukan aksi di kejaksaan Negeri OKU Timur meminta Kejaksaan menelaah dan melakukan investigasi terhadap pengadaan obat PKD Puskesmas tersebut,”jelasnya.

Sementara Stap Ahli Bupati H Faruhdin menui masa dan akan mempesalitasi rombongan pemuda yang demo untuk duduk bersama bermusawarah terkait tuntuntan tersebut. “Kami siap untuk duduk bersama bermusyawarah kepada adik adik yang demo mudah mudah tuntutan mereka bisa di laksanakan,”pungkasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Zaenal didampingi Sekretaris M Ya’kub mengatakan jika pengadaan obat-obatan untuk Puskesmas se-OKU Timur sudah prosedural atau sudah berjalan dengan ketentuan yang berlaku. “Apalagi pembelanjaan itu sudah sesuai katalog (daftar) yang didapatkan dari kementerian kesehatan.” Jelas Ya’kub pada wartawan yang menemui mereka pada Kamis petang.(Triangga)