Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Dipusatkan di OKU Timur

 

OKU TIMUR – Puncak peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia dan Hari Menanam Pohon Indonesia 2020 berlangsung meriah. Meski berlangsung di tengah pandemi Covid-19 kegiatan yang dilaksanakan dengan protokol kesehatan ketat ini bisa terlaksana dengan baik.

Kegiatan yang diselenggarakan di Desa Perjaya terlaksana berkat kerjasama antara Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sumsel dan Pemerintah Kabupaten OKU Timur digelar di pinggir Bendung Perjaya, Desa Perjaya, 28 November 2020. Dalam kegiatan ini dihadiri oleh Bupati/ Walikota se-Sumsel

 

Bupati OKU Timur HM Kholid MD, S.Sos, MSi dalam sambutannya mengatakan sejumlah kendala yang dihadapi masyarakat dalam pertanian. Antara lain ia meminta agar aliran Sungai yang ada di Bumi Sebiduk Sehaluan supaya dilakukan normalisasi. Mengingat saat ini kabupaten yang dikenal sebagai lumbung pangan tersebut sering menerima banjir kiriman dari hulu.

“Karena sudah terjadi pendangkalan, mengakibatkan OKU Timur kapan masuk musim penghujan menjadi langganan banjir. Ketika itu dinormalisasi tentu akan mengurangi akibat banjir, “kata Kholid menerangkan.

Di peringatan Hari Lingkungan Hidup ini juga, kata dia pihaknya berterima kasih kepada gubernur Sumsel yang telah disetujui oleh pusat program Tora yang mana OKU Timur hutan produksi yang dibebaskan seluas 6000 hektar lebih untuk Program Tora dan hutan sosial yang ada di Kabupaten OKU Timur, Kecamatan Jayapura.

Kholid juga berharap agar ke depannya Gubernur meminta kepada bapak presiden untuk menambahkan lagi dari hutan produksi agar bisa dimanfaatkan masyarakat.”Karena hutan produksi di wilayah OKU Timur masih banyak dan luas, jadi masih bisa ditambah,” imbuhnya.

Selain itu Bupati OKU Timur Kholid MD memaparkan bahwa aliran sungai komering yang terbentang di sepanjang kabupaten pertanian itu terdapat kandungan besi. Ini terungkap lewat hasil penelitian yang dilakukan UGM bekerjasama dengan Pemkab OKU Timur.meski kadarnya masih rendah namun sudah bisa ditambang untuk bahan baku semen.

“Selain itu, ada dua bukti di Kecamatan Jayapura, kita sudah koordinasi dengan Cilegon, kandungan besinya sudah sangat bagus, dan berada di kawasan hutan kawasan produksi, sekarang kita bagaimana mengurus izin dan juga mencarikan investornya ini untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat OKU Timur,”katanya.

Gubernur Sumsel H Herman Deru, SH, MM, mengungkapkan, pada Hari Lingkungan Hidup Sedunia menjadi media untuk intropeksi.”Mari kita ingatkan diri kita masing-masing apa yang sudah kita lakukan untuk alam, tidak akan ada kata terlambat untuk menjaga alam,” katanya.

Jangan sampai meninggalkan air mata untuk keturunan tapi tinggalkan sumber air untuk keturunan penerus yang akan datang. Debit air akan turun jika alam tidak dijaga sehingga sudah kewajiban seluruh komponen masyarakat wajib menjaga alam.

“Kita tidak ingin generasi kedepan makan beras plastik, durian plastik karena tidak bisa ditanam lagi akibat kerusakan alam, karena itu kita jaga alam, alam akan menjaga kita,”tambah Deru.

Dalam kegiatan itu dilakukan penanaman sebanyak 3.000 bibit pohon produktif untuk menjaga Daerah Aliran Sungai (DAS).(Triangga)