Petani Karet Mengeluhkan Harga Jual Anjlok, Kadin Pertanian Sarankan Tanam Palawija

Suasana penimbangan komoditas karet di Desa Margomulyo Belitang 2. Petani setempat keluhkan anjloknya harga karet

OKU TIMUR – Memasuki pertengahan April 2020 ini, harga jual komoditas karet mingguan di Kabupaten OKU Timur kembali anjlok dibanding Februari silam. Terendah harga jual karet di tingkat petani ke pengepul dihargai Rp 3 ribu, meski ada harga jual mencapai Rp 5 ribu.

Susi (24) warga Margo Mulyo, Belitang 2, mengatakan dampak wabah kembali membuat dirinya kelimpungan. Perbandingan harga beras dengan harga jual karet tidak sesuai. “Masa lebih mahal harga beras yang Rp 11 ribu. Kalau begini terus bisa mati petani.” Katanya yang dibincangi via telepon.

Diakuinya jika perkebunan karet tidak bisa lagi menutup kebutuhan sehari-hari keluarga. Dalam sehari ia mengumpulkan hingga 10 kg. Ditambah lagi ia menyadap karet milik orang,  hasilnya bagi dua sehingga mendapat penghasilan kotor Rp 175 ribu/pekan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian  OKU Timur, Sujarwanto mengakui pemerintah tidak bisa memberikan harapan lebih jauh pada petani  dikarenakan harga itu sudah harga nasional anjloknya harga ini merupakan  kebijakan pusat .

”Pemerintah daerah sudah berupaya agar masalah ini dapat teratasi, pemkab mencari solusi agar petani kita tidak terkena imbasnya.”

Akan tetapi ada solusi lain, silakan bagi para petani dapat mengalihkan pertaniannya bertanam palawija salah satunya agar bisa menutupi kebutuhan keluarga untuk saat ini, pungkasnya.(Triangga)