Polisi Tangkap Dua Perempuan Kurir Narkoba Asal Aceh dan Satu Bandar Besar

Tersangka Sairah dan Julita (berdiri) dan Jumrowi (duduk tengah)

OKU TIMUR – Polisi Resort OKU Timur kembali menggagalkan penyelundupan narkoba jenis sabu yang hendak masuk ke OKU Timur. Dalam penangkapan pada Kamis malam pekan silam, 3 orang ditangkap disertai barang-bukti sabu-sabu seberat satu kilogram.

Kronologi yang didapat dari Polres OKU Timur pada Senin pagi 9 Desember 2019 diketahui jika, Polres OKU Timur mendapat informasi jika ada upaya penyelundupan narkoba dari Aceh. Informasi itu juga menyebut jika transaksi akan dilakukan di salah satu rumah makan yang berada di Kota Martapura.

“Tim segera bergerak mengintai gerak-gerik para pelaku. Informasi didapat menyebutkan jika narkoba ini dibawa oleh dua orang perempuan.” kata Kapolres OKU Timur, AKBP Erlin Tang Jaya SH, SIK pada wartawan.

Para pelaku berjumpa di rumah makan Pahala Saudara, Desa Kotabaru Selatan, Martapura. Tanpa perlawanan berarti kedua perempuan dan satu bandar narkoba kelas kakap asal Desa Sukaraja berhasil diringkus. “Dua tersangka perempuan bernama Sairah dan Julita merupakan warga Perlak Aceh, sedangkan satu bandar bernama Jumrowi asal Desa Sukaraja Tuha berhasil juga diringkus pada malam itu.” kata Kapolres.

Dikatakan Kapolres jika OKU Timur memang menjadi sasaran bagi peredaran narkoba jenis sabu asal Aceh. Modusnya macam-macam, kalau di bulan Februari silam kurir merupakan pemuda tanggung putus sekolah. Kali ini menggunakan perempuan sebagai kurir. “Perempuan itu diberikan tas, di dalamnya ada uang jalan Rp 7 juta. Dijanjikan jika transaksi berhasil, keduanya akan mendapat uang tambahan sebesar Rp 30 juta.” kata Kapolres.

Sedangkan tersangka bandar narkoba asal Desa Sukaraja Tuha, Buay Madang, kata Kapolres, sedang akan dipelajari. Sebab kata dia, hasil berbisnis barang haram ini membuat tersangka menjadi orang kaya di desanya. Ini dibuktikan dengan rumah berukuran besar dan fasilitas mewah lain yang dimiliki oleh tersangka tersebut. Masih akan dikembangkan jika fasilitas itu didapat dari transaksi narkoba, kemungkinan akan dimiskinkan.(Triangga)