Polres OKU TIMUR Gagalkan Distribusi 2 Kg Narkoba Asal Aceh

OKU TIMUR – 2 kurir narkoba asal Banda Aceh tertangkap tangan oleh Polisi Resor OKU TIMUR pada Minggu 3 Juni 2019. Tak tanggung-tanggung, dua pemuda ini diketahui menyelundupkan narkoba jenis sabu seberat 2 kilogram.

Kronologi dari aparat kepolisian mengatakan, informasi diterima sekitar sebulan silam. Ada narkoba yang akan diantarkan dari Aceh. Kemudian Tim Opsnal melakukan penyelidikan agar bisa melakukan penyamaran.

Selanjutnya anggota Opsnal Sat Res Narkoba Polres OKU TIMUR berhasil menghubungi bandar narkoba di Provinsi Aceh a.n “S” dan langsung melakukan perjanjian transaksi.

Sabtu tanggal 1 juni 2019 “S” menghubungi anggota Sat Res Narkoba yang menyamar bahwa sudah mengirim ‘barang’ yang diinginkan melalui orang kepercayaannya. Transaksi akhirnya dilakukan di Rumah Makan Pahala Saudara, Desa Sungai Tuha Martapura. Saat penangkapan diketahui dua orang pemuda dari Kecamatan Bierun, Aceh berperan sebagai kurir.

Pukul 19.00 kedua pelaku memasuki Martapura. “Pertama kali petugas bertemu dengan Pakhrul ini. Tapi kita ingin memastikan terlebih dulu apa ada komplotannya yang lain.” kata Kapolres AKBP Erlin Tang Jaya SH, SIK dalam rilis pers Senin 3 Juni 2019.

Nahas satu pelaku bernama Suhaimi (23) dinyatakan mati ketika melawan hendak menikam petugas. Barang bukti sebanyak 4 buah ponsel, sebilah pisau dan dua kilogram narkoba jenis sabu diamankan oleh petugas. “Satu orang pelaku lagi bernama Pakhrul (17) sudah kami ringkus, barang ini disimpan dalam kemasan teh cina.” kata Kapolres.

Terpisah tersangka Pakhrul (17) putra keenam dari 8 bersaudara mengatakan jika dirinya sempat tidak mengetahui jika barang yang dibawa oleh Suhaimi adalah sabu-sabu. “Saya ketemu dia di Medan, diajaknya untuk jalan-jalan, saya iyakan, kemudian kami naik bis ALS lewat Pekanbaru. Saya tidak tahu lagi lewat mana. Sempat 4 hari di Baturaja.” kata dia ketika dibincangi wartawan.

Kapolres OKU TIMUR didampingi oleh Kasat Narkoba IPTU Dwi Rio A, SIK mengatakan jika jalur perjalanan mereka berliku-liku. Dari Medan, Pekanbaru, lewat Lubuk Linggau, Lahat, Muara Enim hingga akhirnya tiba di Baturaja. Barang sempat mengendap di Baturaja selama empat hari. Kemudian Minggu malam dibawa ke Martapura.(triangga)