Rakor Panwascam Lubuk Raja

Tidak ada komentar 239 views



OKU – Dalam rangka menghadapi tahapan Pemilu 2019, Panwascam Lubuk Raja mengadakan Rapat Koordinasi (Rakor) Pengawasan Pemilu Partisipatif Pada Pemilihan Umum Tahun 2019 Sabtu 22 Desember 2018.


Dalam kesempatan tersebut turut hadir Ketua Bawaslu Kabupaten Ogan Komering Ulu, Camat Lubuk Raja, Kapolsek Lubuk Raja dan Ketua PPK Lubuk Raja.


Kemudian Ketua Panwaslu Kecamatan Feru, SE dan anggota, Anggota PPK, PPL Se-Kecamatan Lubuk Raja dan Undangan lainnya berjumlah 40 orang yang terdiri dari Tokoh Pemuda, Tokoh Agama, dan Tokoh Masyarakat.


Ketua Panwaslu Kecamatan Lubuk Raja Feru, SE mengatakan, rapat koordinasi dilaksanakan dengan maksud sebagai langkah preventif terhadap berbagai kemungkinan terjadinya pelanggaran pemilu.


Selain itu juga, untuk membangun pemahaman yang menyeluruh bagi masyarakat terhadap proses pengawasan pemilihan Legislatif, Presiden dan Wakil Presiden 2019 mendatang.


Dengan harapan pemilu bisa berjalan berkualitas dan berintegritas. “Tujuannya untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya penggunaan hak pilih dalam pelaksanaannya nanti,” ungkapnya.

 Dikatakannya, untuk setiap potensi kecurangan atau pelanggaran yang terjadi, masyarakat secara aktif memiliki jalur langsung dengan pihak berwenang baik kepolisian maupun Panwas itu sendiri agar laporannya segera ditindak lanjuti.

“Jalur langsung dimaksud dapat memanfaatkan sistem komunikasi dan informasi agar efektif dan efisien,” terang Feru.


Membangun kesadaran dan partisipasi aktif masyarakat tersebut merupakan kunci berhasil tidaknya strategi pengawasan, maka diperlukan sosialisasi yang masif dengan stekholder masyarakat, berbagai media dan alat peraga untuk memberitahu masyarakat tentang hak-hak politiknya.


Selain itu, Ketua Panwascam juga nantinya dalam acara tersebut akan memberikan materi tata cara pelaksanaan pemilu baik yang boleh dan tidak dalam tahapan kampanye dan pencoblosan.


Dalam kesempatan itu juga Kapolsek Lubuk Raja Iptu Andi Apriadi, SH mengatakan, jika kita semua mempunyai tugas Nasional yang cukup besar yaitu Pemilu Pilpres dan Legislatif tahun 2019.


Tugas Polri adalah untuk melayani dan mengayomi segala lapisan masyarakat, agar setiap tahapan Pemilu dapat berjalan dengan aman, lancar, tertib, damai, dan sejuk.


“Setiap pelanggaran dalam tahapan kampanye yang bertanggung jawab adalah Panwas dan Polri mendukung penuh penertiban Alat Praga Kampanye yang akan dilakukan pada minggu-minggu ini. Apabila dipelajari pelanggaran tersebut melanggar hukum, diserahkan ke Gakkumdu,” ujarnya.


Selain itu, Ketua BAWASLU Kabupaten Ogan Komering Ulu Dewantara Jaya, SP menghimbau kepada peserta yang hadir untuk tidak terpengaruh isu-isu yang tidak bertanggung jawab seperti isu sara begitupun juga berita hoax serta menggunakan media sosial dengan baik dan benar. 


Sekarang sudah memasuki masa kampanye, setelah itu kampanye akbar dan pertemuan-pertemuan dan terakhir masa tenang, semua elemen harus melakukan pengawasan.


Momentum Pemilu 2019 ini ialah momen untuk lima tahun kedepan. Kita netral saja biarkan rakyat yg memilih jangan sampai penyelenggara ngikut-ngikut juga.


“Ini harus kita ingatkan kembali dengan para peserta yang hadir sehingga semuanya terhindar dari pelanggaran pidana pemilu dan pelaksanaan pemilu nanti, sesuai harapan kita semua yakni berintegritas, aman dan damai,” pesan Dewantara.(Erlangga)