Reses DPRD Provinsi Dapil V OKU TIMUR

630 views

 

OKU TIMUR – Jumat siang, enam orang Anggota DPRD Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) sambangi warga Desa Tumijaya, Kecamatan Jayapura. Tujuannya untuk mendengar aspirasi masyarakat yang berada dalam Daerah Pilihan (Dapil) V OKU TIMUR.

 

Ke-enam anggota DPRD itu antara lain adalah Ahmad Syarnubi dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), Linda Syarofi dari Partai Golongan Karya (Golkar), Nilawati dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Gumari dari Demokrat, Erfan Efendi dari Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), dan Melinda dari Partai Nasional Demokrat (Nasdem).

 

Disambut masyarakat di halaman Kantor Desa, para anggota DPRD Provinsi Sumsel ini disambut sekitar 50-an orang masyarakat dari berbagai profesi. Hadir pula Camat Jayapura, Sugiyarto. Dibuka lewat ramah tamah oleh Koordinator Reses DPRD Sumsel Dapil V, Ahmad Syarnubi mengenalkan masing-masing rekannya.

 

“Nanti bapak-ibu bisa bertanya, saya dan pak Gumari anggota Komisi 3 Bidang Keuangan, Ibu Melinda dari Komisi 5 yang membidangi Kesejahteraan Rakyat, Pendidikan dan Kesehatan, sedangkan Ibu Linda Syarofi anggota Komisi 1 yang membidangi Pemerintahan,” katanya sebelum membuka sesi tanya jawab.

 

Dalam Reses Tahap III 2018 DPRD Sumsel itu mereka membawa kabar antara lain mengenai pembangunan jalan provinsi yang ada di OKU Timur. Di 2019 Pemerintah Provinsi Sumsel sudah menganggarkan Rp 1,1 triliun yang diperuntukkan ke 17 kabupaten/kota se-Sumsel.

 

“Khusus OKU Timur, karena merupakan kabupaten dengan ruas jalan provinsi terbanyak, maka sebanyak Rp 315 miliar sudah dianggarkan oleh pemerintah.” kata Erfan Efendi yang merupakan anggota Komisi IV Bidang Pembangunan.

 

Dari warga sejumlah pertanyaan dialamatkan kepada anggota dewan. Nur Rohim, warga Tumi Jaya, bertanya mengenai apakah bisa masjid di desa mereka mendapatkan bantuan pembuatan parkir dan garasi, karena selama ini kondisinya masih darurat. Ahmad Syarnubi selaku koordinator reses Tahap III ini yang juga anggota komisi 3 yang membidangi masalah keuangan, ada senilai Rp 10 miliar dana hibah yang dianggarkan untuk program pembangunan rumah ibadah.

 

“Yang penting buat proposal, ajukan kepada pemerintah,” katanya seraya menambahkan jika di 2019 Program Bantuan Gubernur akan ada lagi untuk membantu masyarakat di bidang sosial.

 

Ditambahkan oleh Nilawati dari Komisi II Bidang Perekonomian yang merupakan kader PKB, dirinya siap untuk mengantarkan proposal terkait pembangunan rumah ibadah untuk diajukan ke pusat. “Serahkan sama saya proposalnya, nanti saya yang ajukan ke pusat,” kata dia.

 

Sekitar pukul 16.30 diskusi ditutup dan diakhiri dengan jamuan makan bersama antara para anggota DPRD Sumsel dan masyarakat.(Rizal Arisandi)