Resmi 4 Kasus Terkonfirmasi Covid-19 di OKU Timur

Tidak ada komentar 325 views
(Dari kiri) Jubir Covid-19 OKU Timur, ZW Nugrahadi, M Ya’kub dan MGS Habibullah mengumumkan jika OKU Timur mencatat penambahan 3 kasus baru terkonfirmasi Corona. Total kasus hingga tengah Mei 2020 ini sebanyak 4 kasus

OKU TIMUR – Setelah resmi hasil swab milik 3 anggota keluarga kasus 01 IJ keluar, ketiganya kini dinyatakan resmi sebagai kasus terkonfirmasi positif covid-19 OKU Timur. Per-14 Mei 2020, total sudah tercatat empat kasus di kabupaten ini.

Dalam konferensi pers yang dilaksanakan di aula Dinas Kesehatan OKU Timur pada Kamis pagi, Juru bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19, M Ya’kub dan ZW Nugrahadi memaparkan jika kasus 02, 03 dan 04 merupakan keluarga dari IJ yang merupakan kasus 01 di OKU Timur.

“Masing-masing berinisial AAGN (25 tahun) yang merupakan anak perempuan dari mendiang IJ, kemudian P (25 tahun) merupakan menantu dan AAP (6 tahun) yang merupakan cucu dari kasus 01.” Kata M Ya’kub di hadapan wartawan.

Ditanya penanganan ketiganya, M Ya’kub menjelaskan jika ketiganya sebelum ketahuan positif sudah melakukan karantina di RSUD OKU Timur, Desa Tulus Ayu sejak 2 Mei silam. Namun pada 12 Mei ketiganya melanjutkan karantina di rumah almarhum IJ di Desa Sidogede.

“Karena mereka OTG (orang tanpa gejala), dengan alasan bosan dikarantina di rumah sakit, mereka minta izin untuk karantina di rumah. Dan karena ketiganya tidak menunjukkan gejala-gejala fisik penderita Corona mereka akhirnya diperbolehkan karantina mandiri. Tapi dengan pengawasan dari tenaga medis dan pemerintah desa.” Lanjut M Ya’kub lagi.

13 Mei malam akhirnya diketahui jika ketiganya positif terpapar Covid-19, maka akan dilakukan penjemputan kepada ketiganya untuk dilakukan pemantauan intensif. “Hari ini petugas medis akan menjemput ketiganya untuk kemudian akan mengikuti prosedur karantina di RSUD OKU Timur.” Terang M Ya’kub lagi.

Sejauh ini terkait dengan kasus 01 IJ sudah dilakukan penelusuran kontak kepada 164 orang. “Untuk kasus 02, 03 dan 04 karena mereka sudah menjalani karantina sejak 2 Mei kemungkinan kecil melakukan kontak kepada orang lain, namun sebagai bentuk pencegahan akan dipelajari lagi apakah ada penambahan suspect contact ketiganya.” Pungkas ZW Nugrahadi.(Triangga)