Tantangan Modern : Mengenalkan Pertanian Pada Generasi Muda

OKU TIMUR – Pertanian dalam sudut pandang kaum muda dianggap merupakan hal yang ketinggalan zaman, kotor dan tidak menarik. Ini merupakan tantangan bagi penggiat agrikultur untuk mengubah persepsi tersebut.

“Ada riset yang mengatakan jika hanya sebesar 15 persen generasi muda yang mau bertani di Indonesia. Pertanian makin dijauhi, dianggap sesuatu yang kotor dan tidak modern.” Kata bupati OKU Timur Kholid MD dalam rembug Paripurna Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) di Hotel Dewi II, Martapura, Rabu 18 Desember 2019.

Menurutnya, pertanian modern adalah solusi agar kaum muda menjadi lebih tertarik. Dalam istilahnya ialah Pertanian Milenial, pertanian dengan perencanaan yang matang bernilai tambah tinggi, peralatan moderen. Bukan hanya mengandalkan cuaca dan tren.

“Kita ditantang untuk mematahkan anggapan tersebut, dengan pertanian moderen yang bukan karena cuaca atau mengikuti tren, orang nanam cabe, semua nanam cabe.” Kata Kholid MD lagi.

Kemudian, kata dia, misalnya di OKU Timur, wilayah pesisir Komering yang subur seharusnya dapat dimanfaatkan. Bicara mengenai komoditas Bupati menginginkan adanya perkembangan baik, misalnya komoditas hortikultura jeruk di pesisir komering.

“Saya mau jeruk yang manis (misalnya), jangan beranggapan kalau jeruk Komering itu asam. Orang harus kenal bahwa jeruk Komering itu manis, maka harus bisa menemukan bibit unggul khas.” Sambungnya.(Triangga)