Virus Corona ‘Serang’ Harga Karet Lokal

Tidak ada komentar 238 views

OKU TIMUR- Komoditi hasil perkebunan karet di Kabupaten OKU Timur mengalami penurunan. Di kalangan petani dari 9 ribu hingga 6 ribu perkilo. Oleh Dinas Pertanian OKU Timur ini diduga karena terdampak pasar Cina yang sedang down karena diserang virus Corona.

Kepala Bidang Perkebunan Kabupaten OKU Timur Basuki SP mengatakan Terkait harga karet tidak stabil ada beberapa penyebab. Antara lain pengaruh harga dunia, atau kondisi suatu negara. Dalam hal ini Cina sebagai pasar ekspor komoditi Karet sepertinya mengalami kelesuan karena dampak penyebaran Virus Corona yang sudah dua pekan ini menyerang di sana.

“Harga karet anjlok dalam waktu sepekan sebagai dampak mewabahnya virus Corona ke beberapa negara tujuan ekspor, khususnya China. Di OKU Timur sistem pemasaran getah karet kurang berkembang, semestinya menggunakan sistem jual lelang dan kemitraan agar harga tetap stabil, adapun yang sudah menggunakan sistem lelang adalah di desa Margo tani II di kecamatan Madang Suku II seharga Rp 10.800 perkilo,” katanya, Jumat 7 Februari.

Terpisah, Jubaidah (43) salah satu petani mengatakan jika harga karet terus mengalami penurunan kita tidak bisa berbuat apa apa. Harga getah karet per Minggu terbit mengalami penurunan dari 9 ribu per kilo menjadi 6 ribu perkilo sedangkan kebutuhan pokok lebih mahal dari sekilo getah karet seperti makanan pokok yakni beras yang sekilo seharga Rp 10.000 tidak sebanding dengan sekilo getah karet.

”Diharapkan pemerintah memiliki trobosan untuk petani karet sehingga perekonomian masyarakat tetap stabil karena karet satu satunya mata pencaharian kami,” pungkasnya.(Triangga)