Warga Protes Pembagian BST Covid-19

Tidak ada komentar 343 views
Masyarakat Dua Desa di Kecamatan Buay Pemuka Peliung, Kabupaten OKU Timur, memprotes pembagian BST (Bantuan Sosial Tunai) Covid-19 yang dinilai tidak tepat sasaran, 2 Juni 2020

OKU TIMUR – Ratusan orang berkumpul di kantor Kecamatan Buay Pemuka Peliung (BP Peliung), mereka memprotes pembagian bantuan uang tunai yang dinilai tak adil, Selasa 2 Juni 2020. Mereka yang datang sejak pagi memadati kantor camat hingga petang. Setelah rapat selama berjam-jam akhirnya diputuskan jika masalah ini akan dilaporkan kepada Bupati.

“Warga Negeri Pakuan dan Pulau Negara ini datang mau menanyakan kenapa pembagian bantuan dari Dinas Sosial yang tidak adil. Banyak warga yang benar-benar miskin malah tidak dapat. Dimana keadilannya.” kata salah seorang warga yang enggan namanya dimuat.

Ia mengatakan permasalahan ini terjadi ketika pembagian BST (Bantuan Sosial Tunai) Covid-19 dari Dinas Sosial OKU Timur yang menurut mereka tak tepat sasaran. Ada beberapa poin kenapa bantuan itu dinilai tidak tepat sasaran. “Misalnya di Desa Pulau Negara, ada warga yang sudah pindah, ada yang sudah meninggal tapi kenapa masih dapat? Kemudian kenapa perangkat desa seperti sekretaris desa—yang notabene orang mampu, kenapa juga dapat? Padahal masih banyak orang miskin lainnya.” tegasnya lagi.

Setelah rapat dengan perwakilan pihak masyarakat dengan pihak Kecamatan, Dinas Sosial, Polsek BP Peliung, akhirnya diputuskan jika laporan masyarakat ini akan dilaporkan kepada bupati. Agar nanti akan ada perombakan nama-nama penerima yang dianggap tidak layak.

Camat Buay Pemuka Peliung, Arsad SE saat dikonfirmasi mengatakan jika masalah ini muncul karena miskomunikasi antara petugas dari Dinas Sosial . Ada data yang diterima dari TKSK namun ternyata tidak sesuai dengan update yang dilakukan oleh desa di lapangan. “Data itu kan didapat dari Dinas Sosial, makanya tidak dapat berbuat banyak. Dari Dinsos mengaku karena data itu didapat dari pusat, untuk perubahan data, mungkin ke depan akan di verifikasi. Namun akan konsultasi dulu ke Bupati. Dinas Sosial akan bantu juga untuk melakukan usulan perubahan ke pusat terkait data-data itu.” katanya.

Terpisah, seorang Pejabat Sementara (Pjs) Kades Saung Dadi mengeluhkan jika update verifikasi data desa di tempatnya tidak sesuai sehingga akhirnya salah satu penyebab munculnya protes warga.

“Waktu itu TKSK langsung datang ke desa yang datang, kami disuruh cek, khususnya Desa Saung Dadi kami perangkat desa disuruh kroscek data yang diserahkan mereka, kalau tidak salah 59 penerima. Setelah dikroscek, ada 21 orang yang sudah meninggal maupun yang mapan kami coret namanya. Kemudian dari 21 orang itu dicarikan pengganti dan kami usulkan ke mereka (TKSK), namun kenyataannya sebelum pembagian, saat kami dikasih data lagi, malah masih data yang lama itu yang keluar. Jadi ngapain kami capek-capek mengkroscek kalau masih data itu yang keluar.” katanya menjelaskan kepada sebagian masyarakat.

Tak hanya di Kecamatan Buay Pemuka Peliung, aksi protes seperti ini juga dilakukan di Kecamatan Buay Pemuka Bangsa Raja. Hampir mirip, protes warga lebih kepada permasalahan kenapa penerima bantuan dinilai tidak adil.

Kemudian sudah jadi rahasia umum di masyarakat Kecamatan Martapura, pembagian BST Covid-19 ini juga menimbulkan pertanyaan, warga di Kelurahan Paku Sengkunyit dan Sungai Tuha juga mempertanyakan sasaran penerima yang malah tidak tepat.

“Kenapa ada warga yang punya mobil sampai dua, rumah gedung, pegawai instansi pemerintah malah dapat bantuan? Sedangkan banyak janda, lansia yang tidak mendapatkan bantuan serupa?” tanya salah seorang warga Kelurahan Sungai Tuha yang enggan namanya disebut.(Triangga)