Wartawan Pertanyakan Alasan Mou Kejari & Kades Tak Boleh Diliput

OKU TIMUR – Acara penandatanganan memorandum of understanding (MoU) antara Kejakasaan Negeri (Kejari) OKU Timur dengan Kepala Desa (Kades) berlangsung tertutup, Bahkan wartawan yang akan melakukan peliputan dihalangi oleh petugas yang sengaja diperintahkan pimpinan. Kegiatan berlangsung pada Kamis pagi 11 Juni 2020.

Kegiatan MoU antara Kejari dan Kades dipimpin Kajari OKU Timur Alwie SH,  dan dihadiri Bupati OKU Timur HM Kholid Mawardi, SH, MM. Karena dihalangi sempat terjadi perdebatan antara wartawan dan petugas dari Kejari di atas tangga menuju lantai dua tempat berlangsungnya kegiatan tersebut.

Kejadian ini mendapat kecaman dari Ketua Ikatan Wartawan Online (IWO) OKU Timur Tri Angga, yang merasa heran dengan sikap pihak Kejari OKU Timur, seolah-olah ada yang ditutupi dan takut ketahuan oleh wartawan.

“Kenapa sampai seperti itu, apa ada yang ditutup-tutupi sehingga kawan-kawan tidak boleh meliput? Kami cuma jalankan tugas, mengawal pembangunan dengan pemberitaan. Lagipula sikap transparan adalah perwujudan demokrasi. Ini namanya tidak demokratis.

Yang kami herankan, ketika kami datang barulah datang 2 orang yang menjaga tangga dan menghalangi wartawan masuk. Kami menduga jika acara ini sengaja tidak diinformasikan kepada wartawan karena ada hal-hal yang ingin ditutup-tutupi.

“Jika alasannya adalah karena meminimalisir corona. Wartawan yang datang sejak dari pintu depan sudah disuruh cuci tangan, di scan dan semuanya menggunakan masker. Alasan apa lagi?” Cetusnya.(Rilis)